Advertisements
Advertisements
Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. kondisi alam indonesia yang beriklim tropis sangat mendukung untuk melakukan semua usaha yang berhubungan dengan alam. dalam hal ini usaha yang memiliki prospek kedepan sangat bagus adalah budidaya ikan Gurami. saat ini untuk wilayah pulau jawa, sangat kekurangan supplay untuk ikan gurami. dengan keadaan alam yang mendukung, saya rasa tidak ada salahnya untuk mencoba budidaya ikan gurami.

 

Dalam memulai budidaya, banyak hal yang harus diperhatikan dan di persiapkan, yaitu diantaranya  :
1. pemilihan lokasi budidaya
2. persiapan kolam
3. pemilihan indukan
4. pemijahan
5. benih ukuran 1 cm
6. pembesaran

pada saat melihat hal ini, tentu kita mearasa rumit dan berat untuk memulainya. tapi itu tidak seperti yang di bayangkan. tidak terlalu rumit untuk memulai budidaya gurami. untuk memulainya pun hanya membutuhkan modal yang relatif sedikit.

1. Pemilihan lokasi budidaya

kolam pembenihan
Kolam tanah
Kolam tanah
Kolam terpal

 

Gurami termasuk ikan yang mudah dibudidayakan. Ia bisa hidup di sembarang tempat. Meskipun demikian, pemilihan lokasi yang tepat juga perlu diperhatikan. Di lokasi berketinggian 20-400 m dpl pertumbuhan ikan cukup baik. Namun, di dataran tinggi, 800 m dpl pertumbuhannya agak lambat. okasi budidaya harus memiliki suhu dan kualitas air sesuai kemauan gurami. Ia tumbuh baik di daerah bersuhu 25- 28C. Meskipun demikian, ia sangat peka terhadap perubahan suhu. Lokasi yang memiliki perbedaan suhu siang dan malam tinggi kurang baik untuk gurami.  Apalagi daerah yang suhunya seringkali berubah-ubah bisa menyebabkan ikan stres.
Kepekaan gurami terhadap suhu dapat diatasi dengan merekayasa lingkungan hidupnya. Penyebab naiknya suhu adalah panas matahari. Ketika cuaca panas tinggi air yang umum digunakan 70 80 cm, ditingkatkan l0-20 cm. Saat penghujan tiba biasanya suhu dingin dan diatasi dengan menurunkan tinggi air. Kualitas air di lokasi mendukung pertumbuhan ikan. Ia harus mengandung cukup mineral dan zat-zat hara yang dibutuhkan. Ketersediaan pakan alami yang cukup bisa meningkatkan kelulusan hidup benih pada tahap awal budidaya. Kadar oksigen tidak berpengaruhi terhadap kehidupan gurami. Ia memiliki labirin yang berfungsi untuk mengambil udara. Angka pH air ideal 6,5- 7, kesadahan 7HD. Air dan sungai atau irigasi teknis bisa dipakai asal tidak tercemar limbah pestisida atau sisa-sisa pembuangan rumah tangga. Gurami menyukai air yang bersih. Air keruh dikhawatirkan mengandung kotoran. Jika kotoran itu bercampur sisa-sisa pakan akan terjadi pembusukan. Hal itu memicu timbulnya bakteri, parasit, dan cacing.
2. persiapan kolam
Persiapan kolam merupakan langkah awal proses budidaya. Ada 2 cara yang bisa dilakukan, yakni membuat kolam baru dan pengolahan tanah seusai panen. Jika membuat kolam baru, konstruksi dibuat kuat dan kokoh. Bentuk kolam umumnya sama dengan ikan lain. Ukurannva tergantung kemampuan modal dan luas lahan. Dinding kolam dirancang agar tak mudah bocor atau terkikis. Kemiringannya 60 derajat dan dasar kolam.untuk budidaya gurami bisa menggunakan 3 jenis kolam. kolam tanah, kolam plastik/terpal, kolam semen.untuk hasil maksimal, lebih baik menggunakan kolam terpal. hal ini di karenakan beberapa faktor. di antaranya kolam terpal cenderung lebih stabil dalam hal suhu, perawatan lebih gampang dan ikan memiliki daya tahan yang bagus.

Pematang antar kolam dibuat kuat dan lebar untuk mengantisipasi longsor. Tinggi pematang kurang lebih 125 cm diukur dari dasar kolam. Permukaan dasar kolam dibuat ag`k miring. Tujuannya untuk memudah pembuangan air dan panen. Saluran pemasukan dan pengeluaran air pada setiap kolam dibuat terpisah. Tujuannya untuk menghindari penularan penyakit ke kolam lain.
Kedua saluran diletakkan di kedua dinding secara diagonal atau menyilang. Pralon pvc atau bambu umum digunakan. Jumlahnya tergantung luas kolam, ukuran 100 m2 cukup 2 saluran air. Lubang air ditutup kasa agar kotoran tidak ikut masuk ke kolam. Kualitas tanah yang baik menciptakan kondisi lingkungan yang layak untuk gurami. Karena itu keasamannya harus dipertahankan. Caranya dengan menaburkan kapur sebanyak 100 g/m2 dan 200 g/m2 garam dapur.
Penanganan kolam yang sudah produksi lain lagi. Sebelum digunakan air dibuang habis lalu dasar kolam dijemur hingga kering. Tujuannya untuk mematikan bakteri, jamur, dan cacing. Kotoran atau sisa-sisa pakan yang menumpuk dibuang. Setelah kering, tanah dicangkul sedalam 10-20 cm lalu dibalik dan ratakan. Lapisan atas dianggap sudah tidak kaya hara sehingga perlu diganti yang bawah. Jemur di terik matahari sampai kering. Untuk menjaga keasaman tanah taburkan kapur 100 g/m2 dan 200g/m2 garam dapur.
Untuk ketinggian debit air yang digunakan setiap kolamnya adalam minimal 70 cm dari dasar kolam. ini adalah batas minimal debit air. untuk pembesaran gurami, ketinggian air yang bagus adalah minimal 100 cm dari dasar kolam. ini untuk mengantisipasi pada waktu musim kemarau. pada waktu musim kemarau, ikan gurami rawan terkena penyakit yang di sebabkan oleh jamur, bakteri maupun virus.
3. pemilihan indukan
Induk gurami yang dipakai sebaiknya mencapai umur 3 tahun. tapi pada umumnya pada saat mencapai umur 2 tahun, indukan sudah bisa di gunakan untuk indukan. Untuk membedakan induk jantan dan betina bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:
1) Induk betina

bastar betina

Ikan betina mempunyai dasar sirip dada yang gelap atau berwarna kehitaman, warna dagu ikan betina keputih-putihan atau sedikit coklat, jika diletakkan di lantai maka ikan betina tidak menunjukan reaksi apa-apa. Sebaiknya sudah berumur 3~7 tahun.

2) Induk jantan

Bastar jantan

Ikan jantan mempunyai dasar sirip berwarna terang atau keputih-putihan, mempunyai dagu yang berwarna kuning, lebih tebal daripada betina dan menjulur. Induk jantan apabila diletakkan pada lantai atau tanah akan menunjukan reaksinya dengan cara mengangkat pangkal sirip ekornya ke atas.

Selain mengetahui perbedaan induk jantan dan betina, perlu juga diketahui demi keberhasilan pembenihan gurame ini. Induk telah berumur 3~7 tahun. Berbeda dengan induk ikan tambakan, induk ikan gurame ini semakin bertambah umurnya akan mengeluarkan telur semakin banyak, perut akan membulat dan relatif penjang dengan warna badan terang. Sisik-sisiknya usahakan tidak cacat/hilang dan masih dalam keadaan tersusun rapi.

Induk betina yang cukup umur dan matang kelamin ditandai dengan perutnya akan membesar ke belakang atau di dekat lubang dubur. Pada lubang anus akan nampak putih kemerah-merahan. Dan apabila kita coba untuk meraba perutnya akan teras lembek.

Bila sudah ditentukan indukannya, langkah berikutnya adalah cara pembarian pakan. indukan gurami di usahakan tidak  terlalumsi pelet terlalu banyak. ini di karenakan kandungan lemak dan protein hewani di pelet terlalu besar. pemberian pelet maksimal 25% dari pakan yang di berikan. pakan yang bagus adalah daun talas, daun pepaya, daun singkong dll. selain itu 2X seminggu sebaiknya di berikan nasi jagung (ampok) agar telur gurami cepat matang dan daya tahannya kuat.
4. pemijahan
Telur umur 3 hari

 

Pembenih hanya menyediakan benih sebesar kuku atau ukuran 2-3 cm.  Modalnya sepasang induk, kolam perkawinan. sarang telur, dan akuarium untuk penetasan sekaligus perawatan.
Induk siap kawin dimasukkan ke kolam. Sarang dan ijuk untuk melekatkan telur diletakkan di pinggir. Keesokan han dicek, jika sudah berisi telur, angkat lalu dimasukkan ke akuarium. Sehari kemudian telur sudah menetas.
Larva belum diberi pakan, toh, persediaan pakan di kantung telur (yolk sack) cukup selama 2 hari. Setelab cadangan makanannya mulai menipis, kutu air atau artemia diberikan. Usahakan pemberian tidak terlambat. Larva yang terlanjur kelaparan kondisinya Iemah. Dua hari berikutnya barulah diberi cacing rambut. Biasanya pertumbuhan ikan cepat setelah makan cacing rambut. Dalam waktu 30 hari sejak tetas benih sudah sebesar biji oyong (1 cm).  Dengan cara ini kelulusan hidupnya mencapai 95%.
Jika menginginkan benih agak besar, perawatan di akuarium dilanjutkan kembali. Populasi dijarangkan dengan cara memindahkan sebagian benih ke tempat lain. Pakan utama tetap cacing rambut.  Sistem pemeliharaan dengan air mengalir. Setelah 1 bulan diperoleh benih ukuran kuku (1-3 cm). Benih ini bisa dipanen dan siap ditebar ke kolam.

5. benih ukuran 1 cm

Kolam pembenihan

Pendederan dilakukan di kolam ukuran 50-100 m2. Benih sebesar kuku ditebar dengan kepadatan 40 ekor/m2. Contoh, ukuran kolam 100 m2 memerlukan benih sekitar 4.000 ekor. Tinggi air 30-40 cm.  untuk pakan, pada 2 minggu awal di berikan pakan cacing, setelah itu pakan yang di berikan adalah tepung udang, pelet ukuran kecil ( pf 1000 ), F 99. setelah itu menggunakan pelet yang agak besar.

Perawatan sehari-hari selain memberi pakan, ikan selalu dikontrol kesehatannya. Benih sebesar ini masih rentan serangan penyakit.  Kualitas air yang masuk ke kolam selalu dicek. Bila lingkungan kolam terlihat ada tanda-tanda berubah segera diberi tindakan pencegahan.
Ketika cuaca panas misalnya, suhu air akan meningkat. Sebelum ikan stres sebaiknya volume air ditingkatkan. Sebaliknya, ketika suhu dingin di musim hujan tinggi air dikurangi. Selain itu, pH air tak luput dan perhatian. Saat penghujan biasanya pH air turun. Kondisi seperti itu bisa mengundang kehadiran penyakit. Untuk menstabilkannya taburkan garam secukupnya.
 6. pembesaran
Kolam terpal

Tahap pembesaran dimulai dan benih sebesar korek atau ukuran 7-8 cm.  Kolam pembesaran yang digunakan berukuran 100-500 m2. Kepadatan tebar 20 ekor/m2. Contoh, untuk kolam ukuran 500 m2 dibutuhkan benih sekitar 10.000 ekor. Tinggi air 70 cm s/d 100 cm dari dasar kolam.

Pakan buatan per hari diberikan 1% dan bobot ikan. Frekuensi pemberian 2-3 kali, pukul 07.00, 11.00, dan 13.00. Pelet yang digunakan harus

mengandung 25% protein. Pakan tambahan berupa daun sente. Kebutuhan-nya per hari 10% dari bobot ikan diberikan sekali pada sore hari, pukul 17.00.

Perawatan sehari-hari di tahap ini hampir sama dengan tahap pendederan. Benih masih relatif rentan serangan penyakit dan mudah stres bila ada gangguan atau perubahan lingkungan secara mendadak.
Untuk menghasilkan benih sebesar bungkus rokok atau 10-12 ekor per kilo dibutuhkan waktu 75 -100 hari. Benih sebesar itu sudah bisa dipanen dan dijual. Atau dipindah ke kolam lain untuk dibesarkan hingga ukuran konsumsi.
Kolam pembesaran berukuran lebih besar. Ukuran kolam 500 m2 tidak masalah. Yang penting kepadatan ikan dikurangi 10 ekor/m2. Tinggi air dinaikkan menjadi 80 cm, debit air 20 liter/menit. Pakan buatan diberikan 2 kali sehari., pukul 08.00 dan 13.00. Pelet harus mengandung 20%protein. Pakan tambahan daun sente cukup 10% dari bobot ikan diberikan pada sore hari, pukul 16.00.
Benih sebesar itu sudah agak tahan serangan penyakit. Namun, perlu diwaspadai kondisi lingkungan kolam. Perawatan dan pengontrolan setiap hari dianggap perlu. Pemberian garam secukupnya rutin setiap bulan untuk mencegah munculnya penyakit.Pembesaran ini memerlukan waktu 4 s/d 5 bulan untuk mendapatkan ikan ukuran konsumsi, 500 g/ekor. Ikan sebesar itu bisa dipanen dan siap dijual ke pasar atau restoran. Bila belum ada order, ikan tetap dipelihara di kolam. Namun, pemberian pakan tidak terlalu intensif.  Pelet bisa diberikan sekali pada pagi hari, sore daun sente. Ini dilakukan agar pengeluaran tidak mcmbengkak.

Incoming search terms:

  • ternak gurami
  • cara mengangkat telur ikan gurame dari tempatnya
  • menagani kolam tanah yg kering
  • pembibitan gurami
  • mengatasi kolam gurami saat musim hujan
  • menangni ikan gurami saat musim hujan
  • budidaya ikan gurame di aquarium
  • solusi budidaya gurami saat musim penghujan
  • modal untuk 2 kolam ikan gurameh
  • mengatasi panas dingin suhu kolam terpal