Advertisements
Advertisements

gambar_02_petani cabai merugi 002Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman cabai disebabkan oleh Cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens, penyakit antraknosa atau patek ini merupakan momok bagi para petani cabai karena bisa menghancurkan panen hingga 20-90 % terutama pada saat musim hujan, cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila lebih dari 80 rH dengan suhu 32 derajat selsius biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam. Sedangkan pada biji dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah menjadi kecambah dapat menimbulkan rebah kecambah. Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan
busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman.

Pengendalian Penyakit Antraknosa atau Patek:
  • Melakukan prendaman biji dalam air panas (sekitar 55 derajat Celcius) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) sebelum ditanam atau menggunakan agen hayati.
  • Penyiraman fungisida atau agen hayati yang tepat pada umur 5 sebelum pindah tanam.
  • Memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, namun perlu diperhatikan saat melakukan pemusnahan, tangan yang telah menyentuh (sebaiknya diusahakan tidak menyentuh) luka pada tanaman tidak menyentuh tanaman/buah yang sehat, dan sebaiknya dilakukan menjelang pulang sehingga kita tidak terlalu banyak bersinggungan dengan tanaman/buah yang masih sehat.
  • Penggiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman lain yang bukan famili solanaceae(terong, tomat dll) atau tanaman inang lainnya misal pepaya karena berdasarkan penelitian IPB patogen antraknosa pada pepaya dapat menyerang cabai pada pertanaman.
  • Penggunaan fungisida fenarimol, triazole, klorotalonil, dll. khususnya pada periode pematangan buah dan terutama saat curah hujan cukup tinggi.. Fungisida diberikan secara bergilir untuk satu penyemprotan dengan penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik atau kontak atau bisa juga gabungan keduanya.
  • Penggunaan mulsa hitam perak, karena dengan menggunakan mulsa hitam perak sinar matahari dapat dipantukan pada bagian bawah permukaan daun/tanaman sehingga kelembaban tidak begitu tinggi.
  • Menggunakan jarak tanam yang lebar yaitu sekitar 65-70 cm (lebih baik yang 70 cm) dan ditanam secara zig-zag ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan sirkulasi udara cukup lancar karena jarak antar tanaman semakin lebar, keuntungan lain buah akan tumbuh lebih besar.
  • Jangan gunakan pupuk nitrogen (N) terlalu tinggi, misal pupuk Urea, Za, ataupun pupuk daun dengan kandungan N yang tinggi.
  • Penyiangan / sanitasi gulma atau rumput-rumputan agar kelembaban berkurang dan tanaman semakin sehat.
  • Jangan menanam cabai dekat dengan tanaman cabai yang sudah terkena lebih dahulu oleh antraknosa / patek, ataupun tanaman inang lain yang telah terinfeksi.
  • Pengelolaan drainase yang baik di musim penghujan.
Agen hayati yang sering digunakan dalam pengendalian antraknosa adalah :Actinoplanes, Alcaligenes, Agrobacterium Amorphospongarium, athrobacter dll, dan ini biasanya bisa didapat di balai perlindungan tanaman Deptan. Namun perlu diperhatikan bila kita menggunakan agen hayati sebaiknya kita tidak menggunakan pestisida kimia, karena akan menyebabkan kematian pada agen hayati tersebut

tiflo 80 wp

Berat Kemasan Nett : 400 g

Harga Rp 80.000/Kg  – Belum Termasuk Ongkos Kirim

Minimum Order 2 kg atau 5 bag ( 5 Kemasan )

Pesan diatas 10 kg dapet diskon 10 %

Fungisida Kontak Berbentuk Tepuk Berwarna Putih yang dapat disuspensikan dalam air, efektif mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai.

  • Tiflo 80 wp merupakan fungisida protektif, diaplikasikan lebih dini efektif melindungi tanaman dari serangan berbagai patogen penyakit.
  • tiflo 80 wp berbentuk tepung berwarna putih yang dapat disuspensikan dalam air, meninggalkan larutan putih yang melindungi seluruh permukaan tanaman dari serangan patogen/penyakit.
  • tiflo 80 wp merupakan fungisida kontak, sangat efektif menghambat pertumbuhan dan perkembangan patogen/penyakti dengan cara mematikan jamur miselia jamur.
  • penyemprotan fungisida tiflo 80 wp lebih awal pada stadia tanaman akan melindungi seluruh tanaman dan serangan patogen/penyakit sehingga tanaman lebih subur dengan daun tanaman lebih hijau.

Petunjuk penggunanan

tanaman cabai

penyakit : Antraknosa ( Collectorichum spp)
konsentrasi formulasi : 1 – 3 kg / ha
Cara Aplikasi : Penyemprotan volume tinggi. Waktu Apalikasi apabila ada ada gejala serangan atau turun hujan 2 hari berturut-turut dan suhu > 25 c

Hubungi Customer Service Kami segera untuk melakukan pemesanan

087899161334 / 081278351356– dengan bapak royan

Siap melayani kerjasama, perusahaan, agen besar, agen kecil, dan perkebunan

Incoming search terms:

  • cara mengatasi cabai terkena serangan antracnosa
  • obat cabe busuk kering
  • Manfaat tiflo
  • obat untuk buah cabe busuk kering
  • obat patek tanaman cabai
  • bahan alami mengatasi patek cabai
  • anti jamur ziflo
  • Racun tepat tanaman cabe
  • Obat pembasmi patek pada cabai paling ampuh beserta harganya
  • obat penyakit cabe kuning tempuk