Harga TBS mengalami kenaikan seiring pula dengan menurunnya hasil panen petani. Kalau 4 bulan ke belakang harga TBS ditingkat pengepul di bawah Rp.1300/Kg, kini harga TBS normal disekitar Rp1500/Kg, dimana harga tersebut dapat mencapai harga Rp.1800 bahkan lebih di tingkat PKS (Pabrik Kelapa Sawit).

Walaupun harga TBS mengalami kenaikan tidak serta merta meningkatkan pendapatan petani.  Penurunan panen ini atau biasa disebut masa trek bisa mencapai 40% dari rata-rata perbulannya. Sebagai perbandingan: kalau rata-rata per bulannya 2,5Ton/Ha pada masa trek saai ini ada yang mengalami penurunan hingga 40% atau tinggal sekitar 1,5Ton/Ha.
Memang harga TBS selalu berfluktuasi menurut harga pasar dunia dan hasil panen petani. Untungnya bagi para  petani pada masa-masa trek harga TBS mengalami kenaikan, sehingga hasil perbulannya tidak terlalu jauh berbeda. Sebagai misal: pada saat panen normal dengan umur tanaman 10 tahun diperoleh panen sebanyak 2,5Ton/Ha. Dengan harga pada saat itu sekitar Rp.900/Kg, petani masih memperoleh penghasilan Rp.2.250.000;/Ha per bulan. Pada masa trek ini hasil panen tersebut berkurang sebanyak 40% atau tinggal menjadi 1,5Ton, dan bila dikalikan dengan harga TBS saat ini Rp.1500/Kg adalah Rp.2.250.000;/Ha per bulan. Asumsi harga TBS/Kg yang saya buat disini adalah riil di tingkat pengepul, artinya tidak ada lagi biaya yang harus dikeluarkan dalam hal transportasi buah ke PKS. Jadi kalau kita mempunyai kebun seluas 10 hektar, penghasilan 20 jutaan perbulannya adalah hal yang wajar…..

Advertisements
Advertisements