JAKARTA (Pos Kota) – Hujan yang mengakibatkan banjir, tidak hanya di Jakarta tetapi banjir juga melanda daerah mengakibatkan distribusi semabko tersendat  Akhirnya di Jakarta terjadi lonjakan harga bahan pokok.

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta, mengatakan lonjakan harga  tidak bisa dihindarkan.”Ini tentu dampak dari terputusnya jalur distribusi akibat banjir,”katanya, kemarin.

Menurut Sarman, tidak hanya terjadi kelangkaan, tetapi kalangan usaha juga terkena dampak karena tempat usahanya tutup.

Advertisements

Agus Lamun, Divisi Humas PD Pasar Jaya mengatakan pihaknya tengah mendata di 153 pasar milik PD Pasar Jaya.”Kita lagi mendata di seluruh pasar,”katanya.

Beberapa pedagang di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, mengatakan, kenaikan harga tersebut karena banjir telah membuat distribusi sembako terhambat.

Menurut Darwan, pedagang sembako, kenaikan harga sudah berlangsung seminggu terakhir. “Utamanya harga yang naik pada bahan bumbu masak, seperti cabai dan bawang,” katanya.

Darwan menambahkan, kenaikan harga sembako juga terjadi di Pasar Induk Kramat Jati tempatnya biasa membeli sembako.

Ia mencontohkan bawang dan cabe yang berasal dari Jawa Timur, sayuran dari Jawa Barat “Sembako yang terhambat didistribusikan karena banjir biasanya akan rusak, sehingga membuat pedagang menaikkan sembako yang tersisa supaya tidak rugi,” jelasnya,

Saat ini, harga cabai merah keriting yang semula sekitar Rp 16.000 per kilogram naik menjadi Rp 24.000 per kilogram. Cabai rawit merah dari sekitar Rp 18.000 per kilogram naik jadi Rp 32.000 per kilogram. Cabai rawit hijau dari sekitar Rp 10.000  naik jadi Rp 18.000 per kilogram. Tomat dari sekitar Rp 5.000 naik jadi Rp 8.000 per kilogram.

Bawang putih dari sekitar Rp 18.000 naik jadi Rp 22.000 per kilogram. Bawang merah dari sekitar Rp 14.000 naik jadi Rp 18.000 per kilogram. Kentang dari sekitar Rp 6.000 naik jadi Rp 8.000 per kilogram. Jeruk peras dari sekitar Rp 6.000  naik jadi Rp 12.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut sangat memberatkan terutama bagi konsumen dari para pedagang makanan.

Namun, untuk harga sayur-sayuran tetap normal, seperti sawi stabil Rp 5.000 per kilogram, kol stabil Rp 4.000 per kilogram, kembang kol stabil Rp 11.000 per kilogram, wortel lokal stabil Rp 8.000 per kilogram, wortel impor stabil Rp 14.000 per kilogram, dan timun stabil Rp 4.000 per kilogram.

“Kalau sayuran harganya tetap normal, karena sumbernya dekat di daerah Jawa Barat, sehingga distribusinya tetap lancar, tidak terlalu terpengaruh dengan keadaan cuaca,” jelas Muhamin, pedagang lainnya.(john)

Advertisements