Advertisements

Rabu, 25 Mei 2011

Advertisements

Wabah Ulat Api

Laporan wartawan Tribun Jambi, Jariyanto

BANGKO, TRIBUNJAMBI.COM – Ulat api juga menyerang tanaman sawit di Kabupatan Merangin. Ulat yang menyerang tanaman sawit di beberapa desa, di Kecamatan Tabir Timur, dan sudah sempat mereda, kini muncul kembali. Ulat api melahap daun dan ‘menggunduli’ ratusan hektare tanaman sawit milik warga di Desa Tanah Garo, Kecamatan Tabir Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tribunjambi.com dari seorang warga Desa Tanah Garo, Ani (30), sudah sekitar tiga minggu ini para petani dibikin sibuk dan harus keluar malam untuk membasi ulat api.

“Setelah magrib, warga yang memiliki kebun sawit terpaksa pergi ke kebun untuk melakukan pengasapan (fogging) guna membasmi ulat api,” ujarnya kepada tribunjambi.com, kemarin.

Ani menjelaskan, warga atau para petani yang melakukan aktivitas ini hingga larut malam, karena kalau siang hari, fogging tidak efektif. “Kalau siang asapnya terbawa angin jadi tidak efektif, jadi terpaksa dilakukan pada malam hari. Kadang-kadang ada yang sampai pukul 02.00 baru pulang ke rumah,” katanya.
Menurutnya, hal itu juga dilakukan orangtuanya, yang juga memiliki kebun sawit. Sama dengan para petani lainnya, setiap malam harus pergi ke kebun sawit, dan melakukan pengasapan.

Ditanya mengenai bantuan dari dinas terkait tentang adanya serangan ulat api ini, Ani menyatakan, belum ada yang datang memberikan bantuan. “Kalau dari dinas belum ada. Jadi, kami mohon agar turut membantu untuk mengatasi ulat api ini, karena serangannya cukup cepat. Dalam tempo tiga hari saja, hanya tinggal lidinya saja yang tersisa,” tandasnya.

Kepala BP4K, Dedi Darmantias, pada Kamis (19/5) lalu menyatakan, untuk mengatasi serangan ulat api, cara yang bisa dilakukan dari dinas terkait yaitu dengan cara fogging. “Yang menjadi kendala adalah alat fogging nya. Oleh Kita hanya mempunyai empat alat, oleh karena itu kita juga sudah meminjam kepada Dinas Kesehatan. Dinkes mempunyai tiga alat fogging, namun dua yang bisa digunakan,” katanya.

Menurutnya, dengan keterbatasan alat fogging, sementara lokasi lahan sawit yang diserang ulat api, bukan hanya satu kawasan, membuat pembasmiannya membutuhkan waktu.

Untuk diketahui, hama ulat api (ada dua jenis, parasa lepida dan setora nitent) pada November 2010 lalu sudah menyerang kebun sawit di delapan desa di dua kecamatan. Desa tersebut adalah Tanah Garo, Sungai Bulian, Sri Srembuk, dan Desa Bukit Subur, di Kecamatan Tabir Timur. Luas kebun sawit yang diserang ulat sekitar 520 hektare.
Sisanya, ulat api menyerang sekitar 480 hektare lahan di Desa Gading Jaya, Sinar Gading, Sungai Sahut, dan Desa Bunga Antoi yang berada di Kecamatan Tabir Selatan. Jadi total ada sekitar 1.000 hektare lahan yang diserang ulat api.
Belakangan, di Kecamatan Pamenang juga ada lahan sawit yang diserang ulat api, serta beberapa kecamatan yang mayoritas banyak terdapat perkebunan sawit.

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2011/05/25/malam-malam-basmi-ulat-api

Artikel / Berita Terkait :

Advertisements