Advertisements

Kamis, 27 Desember 2012
JAKARTA- Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memperkirakan produksi minyak sawit mentah (CPO) di dalam negeri pada 2013 meningkat 10 persen dari realisasi tahun ini sebesar 25,5 juta ton akibat minimnya pengembangan lahan.

Advertisements

“Pada tahun depan, produksi CPO nasional mencapai 28,5 juta ton, naik 10 persen dari realisasi tahun ini sebesar 25,5 juta ton. Hal ini karena sejak beberapa tahun terakhir, pengembangan lahan perkebunan komoditas tersebut sangat sedikit akibat kesulitan mendapatkan lahan baru,” kata Wakil Ketua DMSI, Derom Bangun, di Jakarta, Rabu.

Ekspansi lahan sawit, menurut Derom, terhambat berbagai kebijakan pemerintah dari dalam negeri maupun luar negeri termasuk masalah moratorium sawit.

“Terbatasnya kenaikan areal dan produksi sawit nasional sangat disayangkan karena permintaan CPO semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya kebutuhan baik akibat pertambahan penduduk hingga perkembangan industri. Namun, dengan minimnya pertambahan produksi, diharapkan harga jual bisa naik kembali dan meningkat terus,” katanya.

Pada 2013 harga jual minyak sawit, lanjut Derom, diproyeksikan mencapai 850 dolar AS per ton dan paling tinggi 900 dolar AS per ton.

“Akibat krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat dan Eropa, harga CPO berada pada kisaran 850 dolar AS sampai dengan 900 dolar AS per ton. Hingga akhir tahun ini, rata-rata harga jual CPO sekitar 1.000 dolar AS per ton,” katanya.

Derom menambahkan, krisis utang di AS dan Eropa membuat permintaan CPO di pasar internasional, khususnya negara pembeli utama China dan India, melemah.

“Krisis global membuat harga CPO menjadi menurun dan permintaannya semakin berkurang,” katanya.(ant/hrb)

Sumber :

http://www.investor.co.id/agribusiness/2013-produksi-cpo-indonesia-naik10-persen/51459

Advertisements