Usahatani Tanaman Padi diantara Karet Muda

Produktivitas tanaman karet dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang dominan mempengaruhi produktivitas karet rakyat adalah faktor pemeliharaan yang kurang intensif pada umur tanaman pada 3 tahun pertama, terutama pemeliharaan terhadap gulma. Untuk itu maka pengendalian gulma pada saat tanaman karet dibawah umur 3 tahun merupakan tindakan yang sangat penting untuk mendapatkan praoduktivitas karet yang optimum. 

Untuk menekan populasi gulma, cara yang umum digunakan di perkebunan besar adalah dengan menanam leguminosa sebagai penutup tanah (LCC) atau dengan controlled droplet aplication (CDA). Cara ini kurang disukai oleh petani kecil karena tidak memberikan hasil sampingan dan memerlukan pemeliharaan. Untuk itu diperlukan cara yang paling tepat, yaitu dengan menanam tanaman sela dari jenis yang bermanfaat seperti padi diantara tanaman karet muda. Dengan tanaman padi tersebut maka populasi gulma akan menjadi ditekan sehingga tanaman karet akan lebih terpelihara dan petani akan mendapatkan tambahan hasil berupa padi sebelum tanaman karet dapat disadap.

Pola Usahatani

Manfaat yang diperoleh dengan menanam padi diantara tanaman karet muda diantaranya adalah dapat menambah sumber pendapatan pada masa tanaman karet belum menghasilkan berupa produksi padi.

Teknologi Usahatani

Persiapan lahan: Satu bulan sebelum tanam, lahan dibersihkan baik dari sisa-sisa tanaman ataupun gulma dengan cara melakukan penyemprotan dengan heribsida seperti Round Up dengan dosis 4 liter per hektar atau Polaris dengan dosis 6 liter per hektar.

Pengolahan tanah: Pengolahan tanah dilakukan secara ringan (minimum tillage) ataupun tanpa olah tanah (Zero tillage)tergantung kemiringan dan kondisi lahan.

Benih: Benih padi gogo yang digunakan bisa berasal dari varietas unggul seperti Cirata, Danau Tempe, Poso, Jati Luhur atau unggul lokal Si Buyung. Benih dalam keadaan sehat, bebas dari hama penyakit dan berlabel atau memenuhi standar persyaratan benih bermutu. Kebutuhan benih sebanyak 30 Kg/ha.

Penanaman : 

Penanaman dilakukan pada awal musim penghujan. 
Cara tanam dilakukan dengan sistim tugal dengan jarak tanam 40×10 cm dengan 5-7biji gabah per lubang. 
Pada jarak tanam karet 7×3 meter, terdapat sekitar 13 baris tanaman padi sedang pada jarak tanam karet 8 meter x 3 meter , terdapat 11 baris tanaman padi. 3) Jarak terdekat barisan tanaman padi dengan karet pada jarak tanam 7m x 3 m adalah 110 cm sedang pada jarak karet 6 m x 3 m adalah 100 cm.

Pemupukan: Agar tanaman padi dapat berproduksi dengan baik, dan tidak menghambat pertumbuhan tanaman karet, diperlukan pemupukan yang cukup. Dosis pupuk yang digunakan untuk tanaman padi tergantung pada varietas yang digunakan. Dosis pupuk untuk varietas unggul adalah : Urea 105 kg/ha, SP 36 105 Kg/Ha dan K Cl 52,5 kg/ha. Untuk varietas unggul local digunakan pupuk Urea 70 kg/ha, SP 36 70 kg/ha dan KCl 35 kg/ha.

Cara pemupukan

Urea diberikan dua kali, setengah bagian diberikan satu minggu setelah tanam dan sisanya satu bulan setelah tanam. 
SP 36 diberikan sekaligus pada saat tanam. 
KCl diberikan sekaligus satu minggu setelah tanam.

Cara Pemupukan dengan larikan / ditugal disamping barisan tanaman dengan jarak dari tanaman 5 cm, kemudian lubang larikan/tugal ditutup dengan tanah.

Penyulaman dan penyiangan : 

Penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur 7 sampai 10 hari setelah tanam’ 
Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur dua minggu setelah tanam atau disesuaikan dengan kondisi gulma di lapangan.`

Pengendalian gulma :

Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual maupun denga menggunakan herbisida purna tumbuh selektif seperti DMA-6 dan Panadin dengan dosis 0,75 1 liter/ha.

Sumber: Usahatani Tanaman Pangan Diantara Karet Muda. Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian . Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Tengah.

Advertisements

Artikel Terkait Lainnya

I. PENDAHULUAN Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu PT. Natural Nusantara berupaya turut membantu meningkatkan produksi secara Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3). II. SYARAT PERTUMBUHAN 2.1. Iklim Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 – […]

Penyakit Tanaman Timun (Cucumis satifus)  Penyakit PadaTanaman Mentimun. a. Busuk daun (Downy mildew) Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun padakelembaban udara tinggi, temperatur 16 – 22°C dan berembun atau berkabut.Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat danbusuk. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.  b. Penyakit […]

Budidaya Tanaman Timun (Cucumis satifus) Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.); suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di […]

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jarak Indonesia dengan iklim tropis, lahan yang luas, serta keanekaragaman hayati wilayah daratan merupakan keunggulan komperatif bagi pengembangan bahan bakar yang berasal dari tumbuhan. salah satu dari kelompok ttanaman non-pangan yang direkomendasikan adalah tanaman jarak pagar (Jarropha curcas). Sudah menjadi tekad pemerintah untuk mengembangkan minyak jarak pagar menjadi biodiesel, biokerosin, dan […]

Hal yang paling tidak disukai oleh para petani adalah ketika tanaman yang mereka terserang oleh hama penyakit, hama penyakit sering datang pada musim penghujan maupun musim kemarau. Pada musim penghujan para petani tidak perlu repot melakukan penyiraman terhadap tanaman yang mereka tanam, namun resiko terkena hama penyakit jauh lebih tinggi dibandingkan dengan musim kemarau. Mentimun […]