Advertisements

Bisnis Musim Mas makin kokoh di tangan Bachtiar Karim dan saudaranya. Pasar penjualan ditujukan kepada 132 negara dengan  nilai perdagangan  lebih dari US$ 2 miliar setiap tahunnya.

Di tahun 1970-an, bisnis hilir kelapa sawit belum banyak dipahami perusahaan lokal. Namun, Musim Mas  yang dirintis oleh Anwar Karim –– ayah  Bachtiar Karim dan saudaranya­ ­–– sudah mengoperasikan pabrik  produk olahan sawit seperti sabun dan minyak goreng.   Kini perusahaan yang berdiri pada 1972 sudah berumur lebih empat dasawarsa dan  menjadi pemain utama industri sawit global.  

Advertisements

Jenis produk turunan sawit yang dihasilkan Musim Mas sangat bervariasi untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan. Mulai dari biodiesel, oleokimia, minyak goreng, speciality fats, bleaching earth, dan functional product. Produknya sudah dikenal di pasaran seperti SunCo, Harmony, Shinzui, dan Eve. Perusahaan yang berkantor pusat di Singapura ini sangat ekspansif memperkuat bisnis, misalkan penanaman investasi sebesar US$ 860 juta pada 2013 untuk pembangunan pabrik di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Tengah.

Total kapasitas terpasang refineri Musim Mas diperkirakan 6 juta ton.  Besarnya kapasitas produksi ini ditujukan memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. Hampir 70% produknya ditujukan untuk pasar ekspor.  Semenjak 1992 sampai 2014, perusahaan –– yang pernah bernama PT Lambang Utama ––  langganan Primaniyarta Award, penghargaan kepada eksportir berkinerja terbaik.  Terbukti, pada 2004, nilai perdagangan ekspor Musim Mas sebesar US$ 602,3 juta. Jumlahnya terus bertambah menjadi US$ 1,45 miliar pada 2008, lalu tahun 2009 dan 2010 sebesar US$ 1,17 miliar dan US$ 1,61 miliar.

Bachtiar Karim mulai bergabung dengan Musim Mas pada 1981. Anak pertama dari empat bersaudara ini memulai karirnya dari bawah menjadi tenaga teknik. Lulusan Teknik Mesin National University of Singapore menjawab kepercayaan yang diberikan ayahnya. Dirinya menuangkan kreatifitas dan inovasinya di Musim Mas. Dalam sebuah wawancara dengan Majalah SWA, Bachtiar bercerita pernah memodifikasi mesin pabrik yang mampu meningkatkan produksi dari 120 ton menjadi 400 ton/bulan.  Setelah dari bagian teknik, ia dipindah ke bagian akunting.

Memasuki tahun 1988, Musim Mas masuk ke sektor hulu lewat pembangunan perkebunan sawit seluas 884 hektare di Rantau Utara, Sumatera utara. Dan Bachtiar Karim yang dipercaya memegang perkebunan ini. Alasan pembangunan kebun sendiri karena seretnya pasokan minyak sawit domestik.

Perlahan tapi pasti, luas perkebunan sawit Musim Mas meningkat dan tersebar dari Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Kalimantan Tengah. Sekarang ini, luas lahan sawit yang dikelolanya mencapai 150 ribu hektare. Jumlah produksi minyak sawitnya diperkirakan lebih dari 400 ribu ton per tahun.

(Lebih lengkap baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi Januari-Februari 2015)

Advertisements