Advertisements

MEULABOH – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh menengahi penyelesaian konflik warga dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Prima Aceh Agro Lestari (PT PAAL) di Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Antara Aceh melansir, Asisten pengacara publik LBH Pos Meulaboh, Herman, pada Rabu (8/4/2015), mengatakan perseteruan warga dalam beberapa desa di Kecamatan Sama Tiga tersebut sudah berlangsung lama bahkan sudah turun tangan pihak kepolisian.

Advertisements

“Masyarakat menurunkan alat berat yang disewakan oleh pemda untuk menggarap lahan seluas 40 hektar. Tapi kemudian dihentikan oleh puluhan polisi karena pihak perusahaan mengeluh tentang aktivitas masyarakat tersebut,”paparnya.

Disebutkannya, bahwa sengketa kepemilikan lahan perkebunan sawit ini sudah berlangsung sejak 2010-2011 lantaran PT PAAL yang memiliki lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1.783 hektare mencakup beberapa desa dan masyarakat mengklaim ada sekitar sembilan hektar lahan warga masuk areal perusahaan.

Mediasi antara warga dengan perusahaan inisiasi dari Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai sendiri tidak menemukan satu kesepakatan, meskipun dilahirkan sejumlah rekomendasi karena warga menilai tidak ada keberpihakan kepada petani.

Herman menjelaskan, dalam salah satu poin yang ditawarkan, masyarakat dipaksa untuk menjual lahan bersertifikat kepada pihak perusahaan setelah dua tahun dikelola oleh masyarakat kawasan itu.

“Masyarakat juga ditawarkan ruang plasma tapi waktu itu (19/3) sudah ditolak dan warga tetap akan mempertahankan lahan seluas 9 hektare ini, karena dari 40 hektare yang sudah ditanami sawit sertifikatnya di tangan warga,” jelasnya. (T3)

Advertisements