Advertisements

JAKARTA, SAWITINDONESIA – Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia year-on-year volume ekspor minyak sawit Januari-Maret 2015 tercatat meningkat 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau dari 4,93 juta ton per Maret 2014 meningkat menjadi 5,6 juta ton per Maret 2015.

Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif GAPKI, menjelaskan bagusnya ekspor Indonesia di awal tahun ini ditopang permintaan minyak sawit yang cukup signifikan dari China, Timur Tengah, Afrika dan Uni Eropa. Menurut data yang diolah GAPKI, pada Maret ini permintaan minyak sawit dari China meningkat 138,5 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau dari 98,98 ribu ton pada Februari meningkat menjadi 236,08 ribu ton. Sepertinya pengembangan biodiesel di dalam Negeri Tirai Bambu ini sudah mulai berjalan dan ada kemungkinan CPO juga menjadi bahan dasarnya.

Advertisements

Negara Timur Tengah dan Afrika juga mencatatkan peningkatan permintaan akan minyak sawit yang cukup signifikan pada bulan Maret. Negara Afrika membukukan kenaikan 57,3 persen dan negara Timur Tengah membukukan kenaikan 44,55 persen.

Pembelian dari negara Uni Eropa tercatat terus tumbuh sepanjang tiga bulan pertama tahun 2015 ini. Pada Febuari lalu ekspor minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa tumbuh 18 persen dan pada Maret ini kembali naik 29 persen dibanding Februari.

Sebaliknya permintaan dari India justru turun di saat negeri Bollywood ini kekurangan pasokan minyak nabati di dalam negeri. Permintaan minyak sawit dari Indonesia tercatat menurun 1,4 persen dibandingkan bulan lalu atau dari 439.72 ribu ton pada Februari turun menjadi 433.78 ribu ton pada Maret ini.

Harga rata-rata CPO global pada Maret 2015 kembali melorot 2,4% dibandingkan bulan lalu. Harga rata-rata Maret hanya mampu bertengger di US$ 662 per metrik ton dengan pergerakan harga harian di kisaran US$ 630 – US$ 708 per metrik ton.

Sementara itu, harga harian CPO global di dua pekan pertama April masih stagnan, harga hanya mampu bergerak di kisaran US$ 647 – US$ 670 per metrik ton. GAPKI memperkirakan harga CPO hingga akhir April akan bergerak di kisaran harga US$ 650 – US$ 690 per metrik ton.

Advertisements