Advertisements

GHANA – Oil Palm Development Association of Ghana (OPDAG) menekankan kembali bahwa dirinya berdiri untuk memastikan Ghana akan bergerak dari importir minyak sawit menjadi eksportir dalam lima sampai 10 tahun ke depan.

 Presiden OPDAG, Samuel Avaala, mengatakan peluncuran asosiasi di Accra ini untuk memberikan keuntungan bagi Ghana dengan semua sumber daya alam yang dimiliki dalam memproduksi minyak sawit.

Advertisements

 Ia menambahkan, OPDAG bertekad untuk memastikan bahwa minyak sawit menjadi komoditas kedua setelah kakao dalam hal penerimaan devisa.

 “Sebagai negara yang kita butuhkan untuk menggandakan produksi dalam 10 sampai 25 tahun ke depan, sehingga menjadi mandiri dalam minyak sawit dan menghemat devisa yang dinyatakan masuk ke impor tersebut,” jelasnya seperti dilansir Ghanaweb, Rabu (22/4/2015).

 Samuel menyebutkan, sebagai asosiasi  percaya bahwa untuk memajukan minyak sawit Ghana tidak bisa hanya duduk dan melihat kepada pemerintah, kementerian dan lembaga saja, tetapi untuk meraih itu semua kita keluar dari situasi ini. 

 “Kami sebagai pelaku di industri memiliki peran untuk bermain untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk membuat Ghana sebagai eksportir yang besar,” sebutnya. (T3)

Advertisements