Advertisements

MUKOMUKO – Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (DP3K) Mukomuko, Edy Apriyanto, menegaskan akan tetap membongkar kebun sawit yang ditanam di areal sempadan atau 500 meter sekeliling danau.

Menurutnya penanaman sawit di sempadan Danau Nibung menyalahi aturan sebab kawasan sempadan danau merupakan kawasan dilindungi. “Ya sudah banyak yang ditanami sawit. Ini akan kita bongkar untuk direhabilitasi kembali dan ditanami dengan tanaman kekayuan,” tuturnya.

Advertisements

Untuk menindak lanjuti hal tersebut, DP3K akan koordinasi dengan Kantor Lingkungan Hidup. Hasil koordinasi itu akan menentukan tindakan selanjutnya untuk perlindungan serta pencegahan rusaknya sempadan Danau Nibung. Sempadan danau harus dijaga sebagai daerah resapan danau. Sehingga keberadaan danau bisa selalu terjaga.

“Daerah sempadan danau tidak boleh digganggu gugat. Tidak boleh ditanami dengan sawit,” ujarnya seperti ditulis Harian Rakyat Bengkulu, Rabu (22/4/2015).

Disebutkannya, saat ini sudah banyak warga yang menguasai daerah sempadan sungai dengan tanaman sawit. Karena sudah telanjur akan dikaji kemungkinan bisa atau tidaknya kawasan sempadan itu diolah dengan sistem kemitraan. Namun kemitraan tidak boleh ditanami dengan sawit, melainkan tanaman kayu. (T3)

Advertisements