Advertisements

Kelapa (Cocos Nucifera L) merupakan salah satu pohon di daerah tropis yang termasuk keluarga Palmae dan golongan monocotyledoneae. Pohon ini tumbuh di daerah pantai, tinggi pohon kelapa berkisar antara 15 – 40 m, dengan diameter batang 0,25 – 0,40 m. Pertumbuhan batang lurus ke atas dan tidak bercabang. Pada ujung batang terdapat titik tumbuh yang merupakan jaringan meristem yang berfungsi untuk membentuk daun, bunga dan batang. Pada usia 3 – 4 tahun lingkaran pada batang tidak membesar lagi. Hal ini disebabkan pada pohon kelapa tidak mempunyai kambium sehingga tidak dapat mengalami pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan pohon kelapa setiap tahun bertambah tinggi sebesar 1-1,5 m untuk tanaman muda 0,4-0,5 m untuk tanaman dewasa dan 0,1 m untuk tanaman yang sudah tua (Setyamidjaja, 1995). 

Pada dasarnya, terdapat dua tipe tanaman kelapa yaitu tanaman kelapa dalam da tanaman kelapa genjah. Kelapa dalam merupakan salah satu keturunan dari kelapa liar dan atau kelapa yang sudah didomestikasi. Kelapa genjah merupakan murni keturunan kelapa yang sudah didomestikasi. Pada keadaan lingkungan yang menguntngkan, tanaman kelapa dalam baru bisa berbuah setelah berumur 6 tahun dan dapat berproduksi maksimal hingga 25 tahun. Umur kelapa dalam dapat mencapai 100 tahun dan memiliki tinggi 30 m. Kelapa genjah dapat berbuah setelah berumur 4 tahun, memiliki ukuran yang lebih pendek (6 m), tetapi hanya mampu bertahan hidup hingga 35 tahun (Foale and Haries, 2009). 

Advertisements

Di Indonesia, terdapat beberapa varietas kelapa dalam di antaranya adalah Mapanget, Tenga, Bali, Palu, Sawarna dan Takome. Varietas kelapa genjah yang dikenal di Indonesia adalah kelapa genjah kuning Nias, Bali, Raja dan Salak. Kelapa hibrida yang dikenal di Indonesia adalah kelapa hibrida Indonesia KHINA-1 (Dalam Tengah X Genjah Kuning Nias), KHINA-2 ( Dalam Bali X Genjah Juning Nias), KHINA-3 (Dalam Palu X Genjah Kuning Nias), KHINA-4 (Dalam Mapanget X Genjah Raja) dan KHINA-5 (Dalam Mapanget X Genjah Bali) (Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, 2007). Buah kelapa berbentuk bulat panjang dengan ukuran kurang lebih sebesar kepala manusia, terdiri dari lima bagian, yaitu esokarp (kulit luar), mesokarp (sabut), endokarp (tempurung), daging buah dan air kelapa. Buah kelapa disusun oleh 25% esokarp dan mesokarp, 12% endokarp, 28% daging buah dan 25% air kelapa (Woodroof, 1979). 

Produktivitas tanaman kelapa di Indonesia, saat ini baru sekitar 50 persen dari potensinya atau hanya 1,1 ton/ha. Selain rendahnya produktivitas tanaman persoalan lain dalam pengembangan kelapa di Indonesia yakni pemanfaatan produk hilir maupun hasil sampingan belum banyak dilakukan. Selama ini komoditas kelapa hanya dimanfaatkan produk primernya saja dalam bentuk kelapa segar maupun kopra untuk bahan baku minyak goreng. Saat ini, Indonesia baru mampu menghasilkan 22 ragam produk turunan kelapa, jauh di bawah Filipina yang telah memproduksi lebih dari 100 jenis diversifikasi produk berbasis kelapa (Anonim, 2008). 

Kelapa hibrida adalah suatu keturunan (progeny) yang dihasilkan dari penyerbukan bunga secara bersilang antara induk-induk (parent) yang masing-masing merupakan homozigot yang berbeda, yakni antara kelapa genjah (inbred alamiah) (♀) dan kelapa dalam (inbred alamiah ) (♂). Kelapa dalam disebut juga kelapa tinggi adalah jenis kelapa dengan sifat-sifat batangnya tinggi (dapat sampai 25 m), penyerbukan biasanya terjadi secara bersilang, mulai berbuah pada usia enam tahun, berbuah besar. Kelapa genjah disebut juga kelapa kate adalah jenis kelapa dengan sifat-sifat batangnya pendek 1-4 m (atau dapat lebih), penyerbukan biasanya sendiri, mulai berbuah pada usia 3-4 tahun, berbuah kecil (Anonim, 1977). 

Kelapa kopyor merupakan buah kelapa yang mengalami keabnormalan pada endosperm. Endosperm tidak bertekstur padat tetapi berbutir-butir yang lepas dari tempurungnya. Endosperm yang seperti itu akan segera membusuk setelah buah masak, sehingga endosperm tidak dapat dimanfaatkan oleh embrio untuk berkecambah (Sukendah et al., 2006).

Refferensi:

Anonim. 1977. Pedoman Pelaksanaan Unit Pelaksana Proyek pada Budidaya Kelapa Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta. 

Anonim. 2008. Deptan Targetkan Peremajaan Tanaman Kelapa 380 ribu Ha. <http://www.hupelita.com/baca.php?id=55059>. Diakses pada tanggal 3 april 2013. 

Foale M. and H. Haries. 2009. Coconut.< http://www.agroforestry.net/scps>. Diakses pada tanggal 3 April 2013 

Setyamidjaja. 1995. Jenis Kayu sebagai Bahan Baku lndustri Kayu. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 

Sukendah, I. N. Djajanegara, dan N. F. Rahmat. 2006. Keeratan hubungan antara kualitas sumber ekspaln dengan perkecambahan dan pertumbuhan embrio zigotik kelapa kopyor. AgrUMY 14: 95-105. 

Woodroof, J.G. 1979. Coconut Production Processing Product. AVI Publ. Company. INC., Westport, Connecticut.

Solusi Meningkatkan Hasil Panen
alphamien-pupuk-169x300Alphamien – Nutrisi Organik Cair, Membuat Tanaman Lebih Sehat dan Energik

Hasil Panen Meningkat, Ramah Lingkungan aman untuk manusia dan ternak
isi 1 Liter

Minimum Order 2 Botol

Untuk Harga Silahkan SMS Kami ke 087899161334 / 081278351356

Tanda Nomor Industri : 530/87/421.107/tdi/2008

Kandungan : Mix Konsorsium Bakteri, Enzim Organik, Mineral Organik ( N, P, K, Ca, Cl, Fe, Mg, Mn, Zn), Asam Amino dan Extrak Jerami

Manfaat :

Sayuran, buah dan tanaman hias/bunga menjadi lebih bercahaya dan sehat
meningkatkan mutu dan bobot hasil panen
menghilangkan residu pestisida yang menempel didaun bunga dan buah
meningkatkan kelezatan rasa sayuran dan buah
melindungi tanaman dari hama dan penyakit
meningkatkan kesegaran hasil panen dua kali lipat
memperbaiki dan memperkaya bahan organik tanah

Karakteristik

Menghilangkan residu pestisida dari jenis Organochiorin : Aldrin, Endrin, Dieldrin, Heptachlor, Klorpiripos, Lindan, BHC, DDE, DDT dan Endosulfan yang menempel pada daun, bunga dan buah.

Aplikasi tanaman : penyiraman dan penyemprotan untuk tanaman buah, sayuran dan tanaman hias, Padi, Jagung, dan tanaman lainnya

cara pemakaian

pada tanaman buah

– encerkan Alphamien dengan perbandingan 1 tutup botol pupuk alphamien dengan 5 liter air, aduk hingga rata, semprotkan dengan menggunakan spinkler, 1 kali seminggu pada umur tanaman 2 bulan masa pemeliharaan hingga menjelang panen.

pada tanaman sayur

– encerkan Alphamien dengan perbandingan 1 tutup botol pupuk alphamien dengan 5 liter air, aduk hingga rata, semprotkan dengan menggunakan spinkler, 1 kali seminggu selama masa pemeliharaan hingga menjelang panen.

pada tanaman hias

– encerkan Alphamien dengan perbandingan 1 tutup botol pupuk alphamien dengan 5 liter air, aduk hingga rata, semprotkan dengan menggunakan spinkler, 1 kali seminggu selama masa pemeliharaan hingga menjelang panen.

UNTUK HARGA / KETERSEDIAAN BARANG SILAHKAN SMS KE 081278351356 / 087899161334 – BPK ROYAN – NO CALL

Cara Pemesanan : SMS ke 081278351356 / 087899161334, tuliskan : Pesan Pupuk Alphamien, Jumlah yang dipesan, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap (untuk menentukan ongkos kirim)

Contoh SMS :
Pesan Pupuk Alphamien, 2 botol , Tono, Jl. Kalibaru Timur Rt 004/01 Pasar Nangka Kel. Utan Panjang Kec. Kemayoran, Jakarta 10620

Dan Kami akan membalas sms Anda untuk Data transfer dan konfirmasi Pengiriman Pupuk Alphamien ke Anda.

Untuk waktu malam hari, Anda tetap bisa sms order Anda dan pada pagi hari kami akan membalas sms Anda.






Advertisements