Advertisements

JAKARTA, SAWITINDONESIA – Iklim industri di pasar global mensyaratkan rantai pasok yang berkelanjutan bagi industri sawit. Sejumlah produsen hulu dan hilir kelapa sawit siap menjalankan kebutuhan tersebut.

Komitmen ini datang dari Unilever yang produk-produknya berasal dari turunan CPO. Pada 2020, Unilever menargetkan seluruh bahan baku mentahnya sebanyak 15 persen memiliki aspek berkelanjutan

Advertisements

“Kami berkomitmen pada 2020 kami akan menggunakan bahan baku mentah yang sustainabity sebanyak 15 persen. Dengan Salah satu indikatornya adalah memiliki rekam jejak,” jelas Hemant Bakshi President Director PT Unilever Indonesia dalam acara Tropical Landscape Summit 2015 (27/4).

Jeremy Goon, Chief Sustainability Officer Wilmar yang mengungkapkan bahwa indikator-indikator rantai pasok industri sawit yang berkelanjutan misalnya berasal dari kebijakan mengenai deforestasi, keterlibatan smallholders hingga kesejahteraan sosial bagi penduduk lokal teleh dilaksanakan oleh industri sawit Indonesia.

“80 persen dari perdagangan kelapa sawit global telah berasal dari perusahaan yang memiliki kebijakan no deforestation, no peat land use seperti Wilmar, Asian Agri, Musimas, Sinarmas,” kata Jeremy kepada Sawit Indonesia.

Meski demikian, Jeremy mengakui bahwa masih banyak tudingan kepada industri sawit atas terjadinya deforestasi di Indonesia. Menurutnya hal ini terjadi karena hingga kini belum ada definisi yang jelas mengenai deforestasi sehingga terjadi perbedaan pendapat dari beragam kalangan.

Pada kesempatan yang sama, Franky Sibarani, kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal mengungkapkan akan memberikan keringanan berbentuk fasilitas tax allowance dan tax holiday bagi investor yang ingin menanamkan modal bagi 10 bidang industri. Salah satu industri tersebut adalah biofuel yang berbahan baku CPO.

“Selain melakukan revisi atas tax allowance dengan menambah bidang usaha penerima dari 129 ke 143, kami juga memiliki fasilitas tax holiday dengan rentang waktu 5 hingga 10 tahun yang dikhususkan bagi pengembangan usaha biofuel dan sumber energi terbarukan,” ujar Kepala BKPM Franky Sibarani.

Advertisements