Advertisements

KUALA LUMPUR  – Pemerintah Indonesia yang telah mengumumkan rencana untuk mengenakan pungutan ekspor bagi eksportir minyak sawit atau CPO Supporting Fund (CSF), ternyata mendapat perhatian serius dari Malaysia yang merupakan negara pesaing industri sawit nasional.

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Datuk Amar Douglas Uggah Embas dalam sebuah pernyataan menjelaskan, rencana pemerintah Indonesia ini nantinya akan digunakan terutama untuk mendanai program biodiesel, serta untuk penanaman kembali (replanting) dan program penelitian di perkebunan. Dimana eksportir minyak sawit akan dikenakan US$ 50 /ton pengiriman CPO dan US$ 30/ton untuk produk minyak sawit olahan.

Advertisements

Oleh karenanya, kata Uggah, sebagaimana dilansir StarBiz, Rabu (6/5/2015), dirinya akan memonitor situasi dan menganalisa dampak yang mungkin berimbas kepada industri kelapa sawit Malaysia. (T3)

Advertisements