Advertisements

NIGERIA – Pemerintah Nigeria diprediksi memiliki kesempatan untuk meningkatkan ekonomi negara dengan mengumpulkan dana sekitar US$ 20 juta per tahun, setelah sepakat memberlakukan pengenaan pajak penyesuaian sebanyak 25% dari kegiatan impor minyak sawit.

Head of Sales and Marketing of the Ghana Oil Palm Development Company Limited (GOPDC), Gangadhar Shetty mengatakan kepada B & FT, beberapa waktu lalu,  cara itu di samping pungutan 10% dari skim Common External Tariff (CET) atas kegiatan impor minyak sawit mentah (CPO).

Advertisements

Nigeria, produsen terbesar minyak sawit di Afrika, menghasilkan 930.000 ton CPO dengan kebutuhan konsumsi 1.430.000 ton  dan telah memutuskan untuk melindungi industri sawit dengan memberlakukan pajak penyesuaian impor sebesar 25% selain CET10%, sehingga menjadi 35% untuk impor CPO.

Saat ini sebanyak 525.000 ton CPO diimpor oleh Nigeria untuk melengkapi produksi lokal.

Shetty menambahkan, pajak penyesuaian impor 10% tidak hanya membawa penghasilan tambahan kepada pemerintah setiap tahunnya, tetapi juga melarang impor CPO dan mendorong investor untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit. (T3)
 

Advertisements