Advertisements

ROKAN HULU – Bupati Rokan Hulu, Achmad, membantah tuduhan menghasut warga memanen sawit di lahan sengketa PT Budi Murni Panca Jaya di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Januari lalu. Ia berdalih sedang memperjuangkan nasib masyakarat.

Seperti diberitakan Berita Satu, Sabtu (9/5/2015), bantahan itu diungkapkannya saat memenuhi panggilan Polda Riau. Sebelumnya, Achmad empat kali mangkir dari panggilan Polda Riau.

Advertisements

Pemeriksaan Achmad menurut penyidik, karena diduga menghasut masyarakat menduduki dan memanen kelapa sawit di lahan sengketa Januari lalu. Achmad dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Untuk diketahui, kasus ini berawal Januari 2015 lalu, Achmad memerintahkan warga dan Satpol PP memanen sawit milik PT Budi Murni Panca Jaya. Akibatnya,  beberapa warga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka mengaku kepada penyidik bahwa tindakan mereka memanen sawit atas perintah Bupati Rokan Hulu. (T3)

Advertisements