Advertisements

BARABAI – Sejumlah perwakilan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melaksanakan dialog publik ke perusahaan sawit PT Persadan Dinamika Lestari Pawalutan HSU dan PT Subur Agro Makmur Desa Bajayau, Daha Barat, HSS.

Radar Banjarmansin memberitakan, Senin (11/5/2015), dialog publik itu ingin mengetahui efek domino serta beragam isu sensitif bila sawit benar-benar direalisasikan di HST.  sejumlah perwakilan dipersilakan mengeliling lahan sawit dan memoto sepuas-puasnya serta bertanya langsung kepada pekerja atau warga yang kebetulan ada di kebun.

Advertisements

Salah satu pekerja sawit adalah Samsu, ia asli warga HST dari Desa Sumanggi yang bekeja sebagai karyawan tetap selama 2 tahun. awalnya, ia hanya seorang buruh tani yang tidak seberapa hasilnya, selang 1 tahun bekerja sudah bisa mendapat sepeda motor yang difasilitasi oleh Perusahaan.

Ia bersama keluarga besarnya menempati rumah dinas perusahaan sehingga sehari-hari berada di perkebunan. setiap bulan, mendapat gaji Rp 1,9 juta dan uang itu mampu menopang ekonomi rumah tangga. Saat jadi buruh tani, Samsu kebanyak menganggur sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Sayang di HST tidak ada kebun sawit, sepengetahuan ulun ada saja warga HST yang ingin menanam namun terkendala izin,” ujarnya. (T3)

Advertisements