SURABAYA(Pos Kota)-Sembilan hari menjelang bulan suci Ramadan 1436 Hijriyah, harga sembako (sembilan bahan pokok) melambung di sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur. Kenaikan harga tersebut cukup bervariasi.

Ana Munaroh,45, pedagang di Pasar Pon Jombang misalnya mengatakan, beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan diantaranya, cabai merah pekan lalu Rp 35 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 42 ribu. Sedangkan harga cabai rawit mengalami kenaikan dari Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu.

Kemudian kacang tanah, kacang hijau dan gula pasir mulai merangkak naik dikisaran Rp 500 sampai Rp 1000 rupaih per kilogramnya. Komoditas gula pasir naik dari harga Rp 11.500 menjadi Rp 12.500 per kilogram. Sedangkan harga daging ayam dijual Rp 28 hingga Rp 30 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga komoditas tersebut Rp 24 ribu.

Advertisements

Sementara bawang merah tembus pada kisaran harga Rp 38 ribu per kilogram, padahal bulan lalu harga komoditas tersebut sebesar Rp 30 ribu. Sementara telur ayam mencapai di harga 21 ribu per kilogram.

“Kemudian minyak goreng naik dari Rp 9 ribu menjadi Rp 11 ribu per kilogram,” ujar Ana sembari menunjuk barang-barang yang dimaksud, Senin(8/6)

Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas beras. Di sentra perdagangan beras Pasar Legi Jombang, beras jenis ciherang pekan lalu harganya Rp 7.500 per kilogram, kini menjadi Rp 7.900. Sedangkan harga beras membramo mencapi Rp 9 ribu per kilogram. “Saya sendiri tidak tahu apa penyebab naiknya harga sembako. Karena harga dari agen naik, ya kita ikut naik,” ujar pedang beras berkacamata minus ini.

Kenaikan harga sembako itu secara otomatis dikeluhkan oleh para konsumen. Mereka berharap pemerintah turun tangan, yakni melakukan stabilisasi harga. Apalagi, bulan suci Ramadan sudah tinggal beberapa hari.

“Kalau dibiarkan, kenaikan harga akan terus terjadi hingga puasa. Makanya, kami berharap pemerinta melakukan langkah konkret, yakni stabilisasi harga,” ujar Sukesi,35, salah satu warga usai belanja di Pasar Legi Jombang
Di Kabupaten Sidoarjo, harga sembako juga merangkak naik. Kenaikan harga paling melonjak pada bawang putih yang naik hingga 300 persen dari harga biasanya. Dari 3000 rupiah kini menjadi 12000 rupiah perkilo. Harga bahan pokok seperti telur, minyak goreng, gula, terigu dan sayuran mulai merangkak naik.

Telur yang semula 12.000 rupiah menjadi 13.000 rupiah perkilo. Minyak goreng 7500 rupiah menjadi 8500 rupiah. Kenaikan harga sembako ini memberatkan para konsumen, karena kenaikan tidak hanya satu jenis tetapi hampir semua jenis sembako. Menurut pedagang, kenaikan harga sembako di pasar tradisional Larangan Sidoarjo diduga dikarenakan tingginya permintaan konsumen menjelang sembilan hari sebelum puasa Ramadhan tahun ini.

Kenaikan harga juga terjadi pasar tradisional Jember, diantaranya Pasar Tanjung yang merupakan pasar terbesar. Hampir sebagian besar harga komoditi utama seperti beras, telur ayam, minyak goreng hingga bawang putih terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada bawang putih yang mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya yakni dari 6000 rupiah perkilonya menjadi 12.000 ribu rupiah perkilonya.

(nurqomar/sir)

 

Advertisements