JAKARTA (Pos Kota) – Menjelang Ramadhan, harga kebutuhan pokok di pasar kian gila-gilaan. Upaya menstabilkan, Pemprov DKI Jakarta siap gebuk spekulan.

Misalnya saja untuk harga daging sapi.  Di beberapa pasar tradisional di Jakarta, harga komoditi ini sudah tembus Rp 110 ribu per kg. Harga tersebut meroket dibanding pekan sebelumnya yang hanya Rp 98 ribu per kg. Sedangkan untuk daging has atau paha belakang malah sudah Rp 115 ribu per kg.

Kenaikan harga juga dijumpai pada telor ayam negeri. Komiditi peternakan tersebut harga pada pekan ini sudah mencapai Rp 23 ribu per kg. “Naik terus, apalagi puasa sudah makin dekat,” kata H Rohmani, pedagang daging sapi di Pasar Mampang Prapatan, Jaksel. Menurutnya kenaikan harga daging sapi seperti ini  sudah menjadi tradisi awal puasa.

Advertisements

Selain daging sapi, harga daging ayam negeri juga naik dari Rp32 ribu per ekor menjadi Rp35 ribu per ekor untuk ukuran sedang. Untuk beberapa jenis sayuran, menurut Ny Pur, pedagang sayuran, harganya masih stabil. Kecuali untuk bawang merah. Pekan lalu bawang merah gelar harganya cuma Rp28 ribu per kg, sekarang menjadi Rp35 ribu per kg. Sedang bawang putih terpantau Rp20 ribu per kg.

PASAR MURAH

Sementara itu, upaya untuk menekan kenaikan harga dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya dengan menggelar bazaar murah. Di Pasar Pondok Indah di Jalan Ciputat Raya, Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dalam sekejap 300 kilogram beras premium IR-64 dalam kemasan 5 Kg yang dibandrol Rp50.000 langsung terjual habis. “Sering-sering aja ada bazar murah seperti ini,” kata Neneng,39, warga RW 02 Kelurahan Pondok Pinang saat belanja.

Hadir Lurah Pondok Pinang, Iwan. K. Santoso, Manager Area I Jaksel, Nurman Adhi Permana, Kepala Paspin, Sriyati dan seluruh Kepala Pasar di wilayah Area I Jaksel. “Bazar murah ini memperingati HUT ke-488 Kota Jakarta dengan prioritas sembilan bahan pokok (sembako) bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI),” kata Nurman.

Adapun dua pasar tradisional di Jaksel terpilih dalam 10 pasar yang menggelar Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2015 yakni Pasar Pondok Indah dan Pasar Manggis. Meski bazar murah baru dimulai pukul 08.00, namun sejak pagi warga khususnya kaum ibu rumah tangga sudah memenuhi halaman parkir.

LAWAN SPEKULAN

Di tempat terpisah, Wakil Gubernur DKI  Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengancam akan menggebuk spekulan dan tengkulak. Pemprov DKI tidak akan segan menggelontorkan dana besar untuk menstabilkan harga di pasaran. “Saya minta  spekulan, tengkulak untuk tidak mainkan harga kebutuhan. Sebab, DKI punya dana yang cukup dan siap melawan  spekulan dan tengkulak,” tegas Djarot.

Menurut mantan Bupati Blitar ini telah menjadi rahasia umum jika kenaikan harga menjelang bulan suci merupakan ulah dari  pedagang, spekulan maupun tengkulak yang menimbun barang. Akibatnya komoditi bahan pokok tersebut menjadi langka. Padahal permintaan pasar sedang tinggi-tingginya.

Bukan hanya di Jakarta, kenaikan harga juga terjadi di Sukabumi. Beberapa kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang terus naik. Wakil Ketua Komisi VI DPR, Heri Gunawan menilai sebetulnya kenaikan itu bisa dikontrol jika pemerintah punya mekanisme antisipasi yang lebih sistematis dan permanen. “Ini kan, sudah sering terjadi setiap tahun, maka mestinya sudah bisa diantisipasi sejak dini, baik dari sisi produksi sampai pengamanan stok. Tapi, sejauh ini, kebijakan pemerintah masih bersifat insidentil. Ujug-ujug impor,” kata politikus Partai Gerindra.(guruh/rachmi/inung/sule)

Advertisements