JAKARTA (Pos Kota)-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mulai memikirkan kemungkinan dilakukannya operasi pasar permanen terhadap sejumlah bahan kebutuhan pokok yang harganya kerap bergejolak.

“Saya lihat operasi pasar cukup efektif mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok. Contohnya bawang merah yang harganya sempat melambung begitu kita lakukan operasi pasar langsung turun cukup drastis,” kata di sela-sela pelepasan truk Bulog bersama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel yang akan melakukan operasi pasar sejumlah kebutuhan pokok.

Menurut Amran, operasi pasarmerupakan upaya memotong rantai pasokan bahan pokok, dari sentra produksi ke masyarakat. Dengan cara ini maka harga kebutuhan pokok di sentra produksi dengan konsumen perbedaannya menjadi tidak terlalu jauh.

Advertisements

“Saat ini rantai pasokan komoditas tertentu dari sentra produksi ke konsumen bisa mencapai 8 tangan. Rantai pasokan inilah yang akan kita potong menjadi tinggal 3 tangan saja sehingga harganya bisa ditekan,” tambahnya.

Bawang merah yang di Brebes harganya sekitar Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram ternyata sampai ke tangan konsumen di Jakarta sempat mencapai Rp 36 ribu perkilogram. Harga ini setelah rantai pasokannya dipotong ternya bisa diturunkan hingga sekitar Rp 20 ribu per kilogram.

Karena itu pada Ramadhan hingga menjelang Lebaran nanti pihaknya bekerjasama dengan Bulog akan melakukan operasi pasar terhadap sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, bawang merah, minyak goreng, cabai, daging, dan gula. Operasi pasar akan dilakukan di titik-titik strategis seperti pasar tradisioal di Jabodetabek.

Sementara itu Kabulog Djarot Kusumayakti mengatakan, 26 truk disebar ke 21 pasar di Jakarta dan Tangerang, sementara dua truk bergerak langsung ke beberapa kelurahan di Jakarta. Operasi akan dilakukan setiap hari pada pukul 07.00 – 13.00 WIB, hingga dua hari sebelum Idul Fitri.

(faisal/sir)

Advertisements