JAKARTA (Pos Kota)- Makaroni ngehe, ide aneh ber-omzet Rp40 juta per hari kini ramai di kalangan masyarakat, penggemarnya pun berdatangan setiap hari nya untuk mencicipi cemilan murah dan enak, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Seorang mahasiswa asal Tasikmalaya, Ali Muharam, ternyata berhasil dengan usahanya, dalam waktu yang cukup singkat, Ali berhasil membuka cabang makaroni ngehe di kawasan Jakarta, dan meraup omzet kurang lebih Rp40 juta per hari, jika dijelaskan di tiap cabangnya beromzet Rp3-5 juta per hari.

Makaroni Ngehe, adalah sebuah kata yang cukup menimbulkan kontroversi dan sekaligus membuat penasaran bagi para penggemar nya. kata Ngehe sendiri sering digunakan untuk mengungkapkan kekesalan, atau umpatan.

Advertisements

Ali mengaku ide nyeleneh ini berawal dari kekesalan dengan pengalaman hidup yang pernah di alami.

“Kata ngehe sebenar nya jadi penyemangat untuk saya karena datang dari Tasikmalaya ke Jakarta, kata ngehe adalah motivasi bagi saya meskipun terdengar aneh dan nyeleneh,” ungkapnya.

Harga yang dijual satu bungkus makaroni seharga Rp5 ribu, dengan berbagai macam tingkat kepedasan. Banyak pelanggan yang mampir di setiap outleet nya dari kalangan mahasiswa, masyarakat, hingga para karyawan bekerja.

“Saya setiap mau kerja dan pulang kerja selalu ke sini paling beli 3 bungkus, ya buat cemilan aja di rumah atau di kerjaan, soalnya enak harga nya juga murah,” ujar Anita.

Makaroni yang dijual terdiri dari makaroni basah, kering, dan ada juga otak – otak goreng di padukan dengan bubuk cabai yang membuat para pelanggan nya ketagihan.

“Jadi tergantung para pembeli ingin beli yang mana, sesuai keinginan dan selera,” ujar satu karyawan makaroni ini.

(pnj-14/sir)

Advertisements