SUKABUMI (Pos Kota) – Bersamaan musim paceklik padi, harga beras di Kota Sukabumi,Jawa Barat merangkak naik. Kondisi itu berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar tradisional, Kamis (17/9).

Akan tetapi, kenaikan harga beras tersebut dinilai masih wajar. Naiknya harga komoditas beras ini karena pasokan beras dari daerah lain belum memasuki masa panen sehingga stoknya berkurang.

Beras jenis IR 64 kualitas I saat ini dibanderol Rp9.600 dari semula Rp9.400 per kilogram. Sedangkan beras jenis IR 64 kualitas II menjadi Rp9.200 dari semula Rp9.000 per kilogram.

Advertisements

Menurut Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, Ayep Supriatna kenaikan harga beras tidak akan memicu terjadinya gejolak pasar.

“Selain beras, beberapa komoditas sayuran ikut naik. Di antaranya bawang merah, semula harganya Rp15 ribu per kilogram, kini menjadi RpRp16 ribu per kilogram. Pun bawang putih yang semula Rp18 ribu per kilogram naik menjadi Rp20 ribu. Berbanding terbalik dengan cabai-cabaian yang harganya justru turun,” terang Ayep.

Sementara itu, komoditas ayam broiler,  saat ini harganya dilaporkan turun menjadi Rp28 ribu per kilogram dari semula Rp32 ribu per kilogram atau turun sekitar 12,5%. Turunnya harga dipicu pasokan mulai relatif normal.

“Menjelang Idul Adha, kami memprediksi harga sejumlah komoditas strategis akan kembali naik. Utamanya komoditas cabai merah karena banyak dibutuhkan sebagai bumbu masakan khas Idul Adha. Kalau daging kemungkinan harganya relatif stabil,” jelas Ayep. (sule)

Advertisements