JAKARTA – Kendati dalam beberapa  waktu belakangan  harga cabe dan bawang merah meroket, atau mengalami kenaikan yang cukup tinggi, Kementerian Pertanian tidak akan mengeluarkan rekomendasi  impor.

Pasalnya, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, fakta di lapangan di temukan   pasokan bawang merah dan cabai sangat memadai.

“Sekali lagi saya tegaskan, tidak akan  ada impor terhadap cabai dan bawang merah. Hal ini untuk melindungi petani dalam negeri,”  katanya, Selasa (1/3).

Advertisements

Menueur  Spudnik, ada sejumlah pihak yang sengaja  menahan  cabai dan bawang di dalam negeri.  Mereka  mereka  melakukan hal tersebut sambil  meminta adanya impor, demi meraup keuntungan sesaat.

Karena  pasokan  ditahan maka  harga bawang merah dan cabai di pasar eceran terus naik. Dengan  demikian maka  alasan untuk membuka  kran impor  seolah menjadi wajar. Saat  ini harga cabe merah di Pasar Induk Kramat Jati per kilogram sekitar Rp 43 ribu dan bawang merah Rp 32 ribu per kilogram.

Rp1,14 Triliun Dikucurkan

Melihat kondisi demikian sebenarnya pemerintah  tidak tinggal diam. Pemerintah  menguncurkan dana Rp1,14 triliun untuk bekerja sama dengan para petani daerah, agar pasokan untuk kebutuhan masyarakat tercukupi.

“Dari 1,147 triliun, 70 persennya untuk bawang merah dan cabai, bantuan akan kami berikan pada kelompok tani yang mau ikut rekomendasi kami,” jelas Spundik.

Dana tersebut akan dikuncurkan bagi kelompok tani di wilayah Jawa Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Minahasa, dan Bima. Maka   pemerintah hadir untuk mengendalikan situasi harga bahan pokok, terutama bawang  merah dan cabai.  Cabai dan bawang merah memang rentan terhadap masalah lonjakan harga jika  kekurangan pasokan. (faisal/win)

Advertisements