PURWAKARTA (Pos Kota) – Kepanikan warga Purwakarta, Jawa Barat, akan melambungnya harga sayuran belum reda. Sebaliknya, pedagang tak layani pembelian untuk keperluan bikin sambal Rp 2000.

“Saya sekarang jual cabe merah Rp 1500 perbiji. Karena sekilonya sekarang makin naik mencapai Rp60 ribu,” ungkap Mpok Uni, 46, pedagang sayuran di Kel Nagri Kidul, Purwakarta, ditemui Pos Kota, Senin (7/3).

Karena meroketnya itulah, Uni tak lagi bisa menjual bahan kebutuhan sambal Rp2000 untuk beragam bahan seperti cabai merah, tomat, cabai rawit dan bawang merah. “Hari normal, warga membeli sambalan Rp 2000 saya layani. Sekarang mah, enggak bisa,” jelasnya.

Advertisements

Harga untuk kebutuhan utama sambal tersebut hampir sepekan ini merajai perniagaan dipasar. Bahkan, harganya kian gila gilaan. Kata Uni, curah hujan yang cukup tinggi dituding biang naiknya harga sayuran. “Empat hari lalu, cabai merah masih Rp 42 ribu, sekarang Rp 60 ribu,” tambah Uni.

Pada kondisi normal, cabai merah tersebut dijual Rp 20 ribu/kg. Cabai rawit kini Rp 36 ribu per kg, bawang merah Rp 40 ribu kg, tomat Rp 20 ribu/kg dan bawang daun Rp 23 ribu/kg.

Ny Dede, 40, warga Desa Campaka, mengaku panik atas kenaikan harga sayuran tersebut. “Beuki dieu beuki marahal wae hahargaan. Acan oge turun harga daging, ayeuna dihabeuk ku harga sayuran. Karunya rahayat leutik beuki puyeng,” ujar ibu tiga anak buruh pabrik itu.

Dia minta pemerintah setempat cepat bersikap mengendalikan lonjakan harga sayuran ini. “Sudah lebih seminggu rakyat tercekik oleh mahalnya harga sayuran ini. Tolong pak pemerintah, urusin lonjakan harga ini,biar cepat stabil” serunya.

(dadan/sir)

Advertisements