BANDUNG (Pos Kota) – Para pedagang cabai rawit di pasar tradisional di Kota Bandung, Jumat (6/1) menjerit menyusul harga cabai rawit semakin meroket hingga Rp 120 ribu perkilogram.

Tingginya harga cabai diduga karena pengaruh cuaca dan pemerintah tak bisa mengendalikannya. Buntut dari tingginya harga cabai, puluhan pedagadng di pasar sepi pembeli.

Berdasar pantauan, harga cabai di pasar tradisional  bercokol Rp 120 ribu, sebelumnya, harga cabai kisaran Pp 100 ribu perkilogram. “Pemerintah betul betul menyiksa rakyat. Kami di tahun baru ini diberi kado sengsara. Hebat, revolusi mental pedagang,“ kata Didin,49, seorang pedagang di Pasar Kordon, Bandung.

Advertisements

Ia menjelaskan, kenaikan ini diduga karena adanya cuaca yang ekstrim dan petani cabai  mengalami kerugian. Pemerintah, lanjutnya, tidak memperhatikan nasib petani dan. pedagang. “Kalau dibiarkan, harga cabai bisa tembus Rp 200 ribu perkilogran. Masak cabai aja harus diimpor dari Cina,“ cetusnya.(Dono/win)

Advertisements