JAKARTA (Pos Kota) – Dalam upaya mengantisipasi melonjaknya harga cabai, Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan lahannya di Ciangir, Tangerang, Banten, untuk ditanami cabai rawit. Tanah di lahan itu sesuai untuk menanam cabai.

“Hasil panennya minimal bisa dinikmati untuk warga miskin, di saat harga lagi tinggi,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, Minggu (8/1/2017).

Menurutnya, Pemprov DKI memiliki lahan di Ciangir cukup luas. Lahan itu rencananya digunakan para pensiunan untuk berbagai kegiatan bercocok tanam maupun beternak. “Di sana, kami memiliki lahan m seluas 100 hektar. Dari total luas lahan itu, 30 persennya akan ditanami karena sisanya dalam bentuk kolam dan persawahan,” papar Darjamuni.

Advertisements

Menurutnya, staf sudah memeriksa lahan itu. Kondisi tanah ternyata memungkinkan ditanami cabai. “Sekarang kami lakukan berbagai persiapan,” ujar Darjamuni.

Ia juga sudah menugaskan tim untuk mensurvei berapa banyak bibit yang bisa ditanam di lokasi tersebut. Setelah semua proses selesai termasuk pembersihan lahan, maka penanaman bibit cabai segera dimulai.

“Bibit yang ditanam jenis cabai rawit besar. Pemilihan ini karena lebih tahan pada serangan hama dan kebutuhannya cukup tinggi di Jakarta,” katanya.

Adapun bibit cabai yang ditanam, sementara diambil dari stok kebun bibit yang ada. Jika akan ditanam hingga 30 hektar pihaknya berencana menggunakan dana dari APBD 2017.

“Nanti dilihat kebutuhannya sebesar apa. Sementara kami pakai bibit dari kebun dulu, asumsi kita dalam satu hektar dalam setahun bisa dipanen sekitar satu ton cabai dan itu bisa dibagikan kepada warga tak mampu,” tandasnya. (joko/yp)

Advertisements