JAKARTA (Pos Kota) – Dalam rangka mengurai kesemrawutan harga cabai hingga membubung tinggi, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta M. Saefullah memantau di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Dari enam jenis cabai yang dipantaunya, ternyata hanya cabai rawit pedas yang harganya melambung hingga Rp120 ribu/kg.

“Saya barusan memantau peredaran cabe di Pasar Induk Kramat Jati,” ujar Sekda Saefullah di Balaikota DKI Jakarta, Senin (9/1/2017). “Ternyata yang harga paling melonjak tinggi adalah cabai rawit warna-warni yang pedas. Harganya terkesan nggak masuk akal sampai Rp120 ribu.”

Ia datang pasar itu pada Minggu (8/1/2017) sekira pukul 23.00. Saat itu, pasokan dari daerah produsen sedang berdatangan.

Advertisements

“Kalau jenis cabe lainnya juga naik, harga tapi tidak terlalu tinggi, cabai hijau kriting, cabai hijau besar, cabai merah besar, dan cabai merah kriting, harga tertingginya pada kisaran Rp45 ribu sampai Rp60 ribu,” kata Saefullah.

Pantauan tersebut bermaksud mengetahui penyebab melambungnya harga. Pedaagang menyebut penyebab harga tinggi karena produksi cabai di daerah produsen menurun. Ini terjadi karena kebon cabai sering kebanjiran di musim hujan ini.

Selain itu, juga masalah transportasi dan adanya kemungkinan dipermainkan spekulan. Saefullah pada kesempatan itu membeli enam jenis cabai untuk sampel saat dia memberikan arahan kepada SKPD terkait. (joko/yp)

Advertisements