JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 45 ribu bibit cabe siap ditanam di lahan milik Pemprov DKI di Desa Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten. Penanaman tersebut dilakukan Pemprov DKI sebagai antisipasi melonjaknya harga sayur mayur tersebut di pasaran.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Diah Meidiante, bibit cabe akan ditebar di lahan seluas 2,5 hektare dari total lahan seluas 100 hektare milik Pemprov DKI. “Perhektare nanti akan ditanam 18.000 pohon,” kata Diah, Selasa, (24/1).

Diah mengatakan ada empat jenis cabe yang akan ditanam, yakni cabe besar, keriting, rawit merah dan hijau.

Advertisements

Diah belum bisa memprediksi berapa hasil produksi cabai pada tahap pertama ini.

Namun, sebagai contoh, Diah mengatakan, setiap pohon cabe besar dan keriting menghasilkan 800 gram hingga 1 kilogram cabe dalam satu kali panen.

Untuk pengelolaan kebun cabe itu, Pemprov DKI Jakarta menggandeng dua kelompok tani dari Desa Ciangir. Saat ini ada sekitar 20 orang petani turut serta dalam pengelolaan kebun cabe.

Diah mengatakan bahwa pengelolaan bersifat kerjasama. Keuntungan hasil produksi akan dibagi secara merata.

“Untuk sementara prasarana dari DKI dan pengelolaan berbentuk kerjasama. Jadi, setelah dipotong sarana produksi, bisa dibagi 50 persen : 50 persen,” kata Diah.

Diah mengatakan, persentase pembagian keuntungan itu tidak bersifat mutlak.

Sistem pembagian keuntungan itu bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan memperhatikan keuntungan bagi kedua belah pihak, Pemprov DKI dan petani. “Kami tak ingin buat petani merasa rugi,” kata Diah.(guruh)

Advertisements