JAKARTA (Pos Kota) – Upaya Pemprov DKI Jakarta menggalakkan penanaman pohon cabai mendapat dukungan anggota DPRD. Wakil rakyat meminta agar eksekutif memperbanyak penyediaan lahan, terutama yang masih nganggur, serta menggugah minat masyarakat untuk bercocok tanam cabai.

“Kalau pemerintah banyak menanam di sejumlah lahan, ditambah lagi oleh gerakan masyarakat menanam cabai di rumah, maka harga cabai di pasaran tidak akan melambung tinggi,” ujar anggota Komisi B, Idah Mahmudah di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/3). Terobosan ini untuk mengantisipasi agar spekulan sayuran tidak seenaknya memainkan harga di pasaran.

“Saya prihatin hingga saat ini pemerintah belum bisa menekan harga cabai ke level normal. Harga saat ini cabai rawit pedas masih di kisaran Rp 130 ribu/kg, bahkan pekan lalu sempat tembus sampai Rp 180 ribu,” papar politisi PDIP dari konstituen Jakarta Utara.

Advertisements

“Dengan memperbanyak kawasan produsen cabai, maka harga bisa dikendalikan,” tambahnya. Sebelum membubung tinggi, harga normal cabai rawit cuma sekitar Rp 30 ribu/kg.

Ida mencontohkan bahwa Pemprov DKI melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian mulai menanam cabai di lahan milik pemprov yang berlokasi di Ciangir, Tangerang.

Di sana, pemprov memanfaatkan sebagian lahan seluas 2,5 hektar yang digarap sebanyak 20 kelompok tani. Selain itu pemerintah juga menggalakkan minat warga menanam cabai di area terbatas di rumah masing-masing.

“Program pertanian kota ini kalau dilakukan di banyak tempat akan memberi nilai tambah bagi penggiatnya, sekaligus membantu menekan harga,” paparnya. (Joko/win)

Advertisements