JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperbanyak lahan untuk penanaman cabai. Program ini bertujuan untuk mengendalikan harga cabai yang kadang secara tidak terkendali sehingga membuat warga pada kelimpungan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni menyatakan pihaknya saat ini memiliki 14 titik lahan yang tersebar di seluruh Jakarta. “Sepuluh persen dari tiap lahan kami upayakan untuk kebon cabai,” ujar Darjamuni, Sabtu (13/5).

Dengan banyaknya lahan cabai milik pemerintah, setidaknya hasil panen bisa dinikmati oleh sebagian warga maupun dijual di pasar dengan harga murah.

Advertisements

Pada Jumat lalu, pihaknya baru saja panen di Kebon Bibit Cibubur, Jaktim. Meski baru ditanam tiga bulan lalu, namun sudah melakukan panen yang kedua kali. “Panennya gak banyak, tapi bisa dinikmati sejumlah petugas harian lepas (PHL), warga sekitar, dan beberapa petugas yang ikut kegiatan panen,” paparnya.

Untuk panen di Kebon Bibit Cibubur hanya beberapa ratus kilogram saja. “Pohonnya cuma sekitar 1.800 batang di atas lahan 1.000 M2. Jadi, hasilnya belum dijual ke pasar, melainkan baru dinikmati sejumlah orang saja,” ujar Darjamuni. Lain halnya kalau kebon cabai di kawasan Ciangir, Tangerang, sudah memasuki masa panen, maka hasilnya akan dijual ke pasar dengan harga murah.

“Sebentar lagi kami akan panen cabai di Ciangir dari 18 ribu pohon. Hasilnya tentu lumayan banyak, karena tiap pohon bisa menghasilkan sekitar 700 gram,” papar Darjamuni. Di Ciangir terdapat lahan milik Pemprov DKI sekitar 32 hektar. Hasil kebon Ciangir nantinya akan dijual ke PD Pasar Jaya dan selanjutnya didistribusikan ke seluruh pasar tradisional milik BUMD tersebut. “Semoga di bulan puasa nanti sudah bisa dipanen, sehingga dapat menekan kenaikan harga di pasar,” harapnya. (Joko)

Advertisements