JAKARTA (Pos Kota) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjanji menyikat habis spekulan dan mafia pangan yang mengganggu stabilitas pangan terutama bulan Ramadhan dan Lebaran,

“Polri bersama Satgas Pangan telah menggerebek penimbunan bahan pokok sebagai indikasi ulah spekulan, yang mengganggu stabilitas pangan terutama menjelang bulan Puasa dan Lebaran,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR Senayan, Jakarta, Selasa (23/5).

Diakuinya, keikutsertaan Polri pada Satuan Tugas (Satgas) Pangan dalam rangka gerakan stabilitas pangan telah dibuktikan dengan menggerebek 182 ton bawang di Marunda, Jakarta Utara, dan 265 ton bawang dan cabai di Medan, Sumatera Utara, dengan sanksi pencabutan SIUP pemiliknya PT TPI dan PT LPI.

Advertisements

“Penggerebekan penimbunan bahan pokok itu sebagai keseriusan kami selaku bagian dari pemerintah yang ikut menjadi Satgas Pangan, yang kami tindak lanjuti dengan proses hukum,” tambahnya.

Dijelaskannya, Satgas Pangan terdiri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Pertanian (Kementan), Polri, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), merupakan kepanjangan pemerintah yang prihatin terhadap gejolak harga yang sulit dikendalikan pemerintah sehingga merugikan masyarakat.

“Padahal, kenaikan harga itu tidak dinikmati oleh petani atau pun pedagang pengecer. Melainkan, kenikmatan keuntungan, itu hanya dirasakan para spekulan dan mafia pangan yang bermain di lingkup distribusi,” ujarnya. (rinaldi)

Advertisements