MENJELANG tutup Tahun 2017, harga-harga kebutuhan pangan mulai bergerak naik. Harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan lainnya relatif stabil, namun ada sedikit kenaikan sedikit. Tetapi harga sayur mayur maupun lauk pauk melonjak naik.

Di pasar-pasar tradisional di Jakarta, terpantau kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas pangan. Beberapa jenis beras seperti IR I, IR II dan IR tiga naik berkisar Rp200-Rp400 per kilogram. Sedangkan kelompok sayur mayur seperti cabai, bawang naik mencapai 10 persen lebih dari harga normal. Sementara daging sapi, daging ayam, termasuk ikan asin melonjak naik.

Gejolak kenaikan harga bahan pangan menjelang akhir tahun, seperti rutinitas karena berulang setiap tahun. Menjelang Natal dan Tahun Baru, atau menjelang Hari Raya Idul Fitri, sudah bisa diprediksi harga kebutuhan pokok naik. Dengan kata lain, ibarat sudah terjadwal.

Advertisements

Bahan pangan adalah menyangkut hajat hidup orang banyak yang tidak bisa ditunda-tunda, dan menyangkut daya beli masyarakat. Oleh karena itu pemerintah jangan lamban merespon gejolak kenaikan harga. Sebelum harga-harga menjulang tinggi, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus melakukan langkah cepat.
Strategi dan program jangka pendek segera lakukan guna menstabilkan harga. Misalnya, gandeng pengusaha retail melakukan operasi pasar, benahi distribusi dan tata niaga bahan pangan, serta menggandeng aparat penegak hukum guna memantau kemungkinan adanya penimbunan barang oleh spekulan.

Melonjaknya harga kebutuhan dapur sepertinya masalah sepele. Padahal banyak dampak yang ditimbulkan akibat naiknya harga kebutuhan dapur. Bukan hanya ibu rumah tangga yang mengeluh. Kenaikan harga pangan juga berpengaruh besar terhadap inflasi bila tidak dikendalikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, setiap tahun kelompok bahan pengan menjadi penyumbang terbesar inflasi, yaitu mencapai 8,53 %. Tahun 2016 lalu, setiap bulan kenaikan inflasi didorong oleh naiknya harga bahan pangan. Bila harga-harga dibiarkan melonjak tak terkendali, selain menambah beban masyarakat, juga mendorong laju inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen). **

Advertisements