JAKARTA – Pasokan tersendat akibat banjir dan longsor di sejumlah daerah, harga cabai rawit merah dan bawang merah di pasar tradisional di Jakarta Barat melesat Rp10 ribu/kg, masing-masing Rp50 ribu/kg dan Rp30 ribu/kg. Bawang putih naik Rp22 ribu/kg menjadi Rp30 ribu/kg.

Kondisi ini makin menyulitkan kaum ibu rumah tangga yang berkantong pas-pasan. Masyarakat khawatir pasaran cabai rawit merah, cabe merah maupun bawang merah makin bergerak liar.

“Pemerintah jangan lamban dan harus segera bertindak supaya harga-harga bisa dikendalikan,” kata Nunung, warga Grogol saat belanja di Pasar Grogol, Kamis (8/2/2018).

Advertisements

Kenaikan cabai tersebut bagi Nunung sangat menguras uang belanja. Karena keluarganya doyan sambal. Sehingga setiap hari ia harus membuat sambalan untuk ketiga anak dan suami.

Bagi keluarganya tidak ada sambal dalam menu sehari-hari, sangat tidak afdol. Jadi untuk keperluan nyambal itu Nunung harus merogoh sekitar Rp10 ribu.

“Untuk nyambalan saja sudah ‘makan’ Rp10 ribu. Belum buat beli lauk dan sayur,” ujar perempuan asal Yogyakarta ini.

Pantauan di Pasar Grogol, kenaikan terjadi di kelompok bumbu dapur yakni cabai merah keriting dan cabai nerah besar menjadi Rp45 ribu/kg dari 3 hari lalu Rp40 ribu/kg, cabai rawit merah naik Rp10 ribu/kg menjadi Rp50 ribu/kg. Sedangkan cabai rawit hijau stabil mahal Rp35 ribu/kg.

Sedangkan bawang merah naik Rp10 ribu/kg menjadi Rp30 ribu/kg dan bawang putih dibandrol Rp30 ribu/kg dari sebelumnya Rp22 ribu/kg.

“Jangankan pembeli, saya sebagai pedagang kebingungan karena diprediksi pasaran cabe dan bawang merah bakal naik terus. Kalau pun ada yang murah, banyak yang busuk,” keluh Muhtar, pedagang.

Untuk di kelompok sembako, antara lain terpantau gula pasir Rp12.500/kg, terigu Rp11 ribu/kg. Kacang tanah Rp24 ribu/kg.

Daging sapi dan ikan teri bertengger di harga Rp120 ribu/kg, ayam broiler Rp40 ribu/kg dan ayam kampung Rp75 ribu/ekor. Ikan kembung Rp40 ribu/kg. (rachmi/yp)

Advertisements