JAKARTA – Sepuluh hari menjelang Idul Adha 1439 Hijriah, harga bumbu dapur di Pasar Grogol, Jakarta Barat (Jakbar), melesat. Terutama cabai dan bawang merah.

Mahalnya komoditi bumbu dapur ini semakin memberatkan masyarakat, khususnya yang berkantong pas-pasan. Belum lagi harus membeli lauk pauk dan sayuran untuk memenuhi asupan gizi masyarakat.

“Baru untuk sambalan saja sekarang ini Rp6.000 nggak cukup, minim bisa Rp10.000. Itu baru nyambal, belum belanja yang pokok seperti ikan, telor dan sayuran. Kalau untuk daging, wah repot deh karena mahal,” kata Murniati, ibu rumah tangga saat belanja di Pasar Grogol, Jakbar, Minggu (12/8/2018).

Advertisements

(Baca: Harga Cabai dan Telur Naik, Pedagang dan Pembeli Pusing)

Pantauan di Pasar Grogol, Jakbar, kenaikan mencolok terjadi pada komoditi bumbu dapur mulai cabai hingga bawang merah. Rinciannya cabai merah keriting dijual Rp40.000/kg dari sebelumnya Rp30.000/kg, cabai merah besar/TW naik Rp5.000/kg menjadi Rp40.000/kg, cabai rawit hijau stabil mahal Rp40.000/kg, cabai rawit merah naik Rp5.000/kg menjadi Rp50.000/kg, bawang merah juga naik Rp5.000/kg menjadi Rp35.000/kg dan bawang putih naik Rp2.000/kg menjadi Rp30.000/kg.

(Baca: Pasokan Minim, Harga Cabai dan Telur Meroket)

“Maklum kan mau lebaran Idul Adha, harga-harga kembali naik termasuk cabai merah dan bawang merah,” kata Neneng, pedagang sayuran.

BERAS STABIL

Di kelompok sembako, terpantau harga beras stabil di kisaran Rp11.000/liter, gula pasir Rp12.500/ liter, minyak goreng curah Rp13.000/kg dan terigu merek Rp11.000/kg.

Adapun daging sapi murni ogah turun dari Rp120.000/kg, ikan teri medan juga Rp120.000/kg dan ikan kembung naik dari Rp40.000/kg menjadi Rp55.000/kg. (rachmi/ys)

 

 

Advertisements