JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan PD Pasar Jaya menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di seluruh pasar milik BUD tersebut.

Hal tersebut berkaitan dengan makin membubungnya  nilai tukar Dolar AS,bahkan tembus pada angka Rp15.000/Dolar.

Menurut Anies, pasokan bahan pokok   ke pasar tradisional itu perlu dijaga.”Jangan sampai akibat dolar naik tersebut harga tidak terkendali karena pasokan bahan pokok berkurang. Pasokan bahan pokok harus tetap dijaga stabil,”kata Anies, Sabtu (8/9/2018).

Advertisements

PD Pasar Jaya sebagai BUMD memiliki fungsi untuk menjaga stabilitas pasokan. “Itu salah satu fungsi,”katanya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pihaknya terus memantau  stabilitas pasokan bahan  pokok ke pasartradisional. Bahkan,  Arief mengatakan untuk tiga bulan ke depan, pasokan stabil.

Adapun pasar tradisional di Ibu Kota menjual berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, bawang, cabai, daging, dan berbagai produk kecantikan serta obat.

Sebagian besar komoditas tersebut dipastikan naik bila dolar terus menguat. Komoditas impor menjadi barang yang paling terdampak atas kenaikan harga tersebut.

Hal ini karena PD Pasar Jaya akan memutus rantai distribusi yang panjang dengan melakukan kerja sama langsung bersama produsen.

Arief mengatakan, bahwa komoditas impor menjadi fokus utama dalam pengendalian pasokan dan harga. Beberapa komoditas impor antara lain beras, daging sapi, daging ayam, dan bawang putih.

Menurutnya, pasokan dan harga komoditas impor tersebut akan aman selama tiga bulan. “Sebenarnya stok komoditas impor sudah kita buffer (simpan) sebelumnya. Baik itu daging ayam, daging sapi, beras juga aman karena sudah disuplai Bulog, bawang putih dan komoditas lainnya ini di Jakarta selama tiga bulan ini akan stabil,” ujarnya.

Arief berharap selama tiga bulan ini, pemerintah dapat segera mengendalikan nilai tukar dolar terhadap rupiah ke level yang lebih rendah dibandingkan dengan saat ini.(john/tri)

Advertisements