JAKARTA – Kasatgas Pangan/BBM dan Gas Polri Kombes Dr. Nico Afinta, menggelar rapat koordinasi ketersediaan dan stabilitas harga dengan seluruh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda-Polda, Kementrian, dan Dinas terkait di Aula Bareskrim Gedung Mina Bahari Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Satgas Pangan di bawah pengendalian langsung Kabareskrim Polri telah menugaskan Nico, yang juga selaku Karobinops Bareskrim Polri, menggantikan Komjen Drs. Setyo Wasisto yang telah menjabat sebagai Irjen Kemenperin sejak 15 November 2018.

Menurut laporan dari Bulog, beberapa daerah mengalami kenaikan harga beras medium tetapi itu tidak lebih dari 1 persen. Sementara Kementerian Pertanian menyampaikan informasi tentang harga dan pasokan cabai merah, cabai rawit, dan bawang relatif stabil sejak Juli hingga November 2018. Khusus daging sapi dan kerbau mengalami defisit 38.611 ton sedangkan untuk daging ayam dan telur masih mengalami surplus 101 ton.

Advertisements

Dalam arahannya, Kasatgas Pangan mengatakan Tim Koordinasi ini akan berupaya semaksimal mungkin mewujudkan kestabilan harga dengan mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif agar tidak terjadi kegaduhan.

Penegakan hukum merupakan langkah terakhir yang dilakukan. “Melakukan pengamanan harga pangan, secara pokok adanya monitoring harga, ketersediaan, dan langkah preemtif-preventif solutif,” kata Nico.

Koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan stakehorlder juga perlu untuk memantau harga pangan. Yang sering timbul dalam pengamanaan pangan adalah stok pangan tidak sesuai permintaan, jalur distribusi terganggu, spekulan, dan monopoli pasar.

Untuk itu menurut Nico juga perlu dibentuk Satgas Monitoring yang tugasnya mengawasi ketersediaan stok pangan, fluktuasi harga, dan distribusi. Nico juga mengajak rekan-rekan media berperan aktif mensosialisasikan setiap perkembangan di lapangan dan langkah-langkah yang diambil oleh tim Satgas Pangan. (ilham/b)

Advertisements