JAKARTA – Operasi telur yang dilakukan pemerintah, belum membuahkan hasil yang diharapkan. Pasaran telur di sejumlah pasar tradisional di Jakarta Barat masih tetap bertengger Rp27 ribu per kilogram (kg).

Bahkan di Lokbin Meruya, Kecamatan Kembangan, harga telur dibandrol Rp28 ribu per kg. “Wahhh, telur ayam makin mahal saja. Mana hasil operasi telur oleh pemerintah?,” tanya Narti, warga Meruya Utara saat belanja di Lokbin Meruya, Minggu (16/12/2018).

Ibu rumah tangga yang juga berjualan aneka kue ini mengaku kepusingan dengan terus melesatnya pasaran telur ayam. Padahal setiap hari ia membutuhkan berkisar 5 kg telur untuk berbagai olahan kue dagangannya. Sebagian dipasok ke warung dan toko terdekat.

Advertisements

Dengan kenaikan tersebut, Narti mengaku terpojok. Karena untuk menaikkan harga jual kue, ia pasti dikomplain para pelanggannya. Mau tak mau, ia mengurangi porsi telur dari adonan kue.

Lukman, pedagang telur menjelaskan pihaknya menjual telur ayam secara eceran Rp28 ribu per kg. “Dari agennya, telur ayam naik terus. Hari ini saja per peti naik Rp5.000 menjadi Rp375 ribu dengan bersih 15 kg. Belum lagi jika ada telur yang pecah atau busuk,” ungkap Lukman.

Sama halnya dengan pembeli, Lukman juga berharap operasi telur oleh pemerintah dapat menurunkan harga jual komoditi tersebut. Selain modal yang dikeluarkan bertambah, juga menyebabkan omset penjualan berkurang sekitar 15 persen sejak pasaran telur merangkak dari Rp25 ribu per kg hingga kini di kisaran Rp28 ribu per kg.

Sementara itu pantauan harga sembako lainnya relatif stabil. Beras bervariasi dari Rp11 ribu per kg, minyak goreng curah Rp11 ribu per kg, terigu juga bervariasi mulai Rp10 ribu per kg, dan gula pasir Rp12 ribu per kg.

Sedangkan daging sapi Rp120 ribu per kg, ayam broiler Rp40 ribu per ekor dan ayam kampung Rp85 ribu per kg.

Khusus komoditi pertanian juga naik yakni cabai merah dan cabai merah TW naik Rp5 ribu per kg menjadi Rp40 ribu per kg dan Rp45 ribu per kg. Sedangkan bawang merah dan bawang putih tetap masing-masing Rp35 ribu per kg dan Rp30 ribu per kg. (rachmi/ys)

Advertisements