JAKARTA – Lahan kosong milik Kebun Bibit Pertanian di Jalan Aselih, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan milik Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta yang kosong dimanfaatkan untuk ditanami sayur-sayuran. Ini dilakukan selain mengantisipasi diserobot orang juga untuk menambah perekonomian masyarakat.

Fatmawati, 52,warga RW 05 Ciganjur mengaku senang bisa memanfaatkan lahan kosong ini. Sebab selain untuk meningkatkan ekonomi juga mengurangi pengeluaran membeli sayur mayur.

“Alhamdulilllah sejak tiga tahun lebih kami menggunakan lahan tersebut untuk ditanami berbagai macam jenis sayuran, seperti kangkung, bayam, kenikir, cabai, bahkan terkadang diselingi dengan kacang panjang dan timun. Ini tentu membantu saya dan keluarga,”terang ibu tiga anak tersebut.

Advertisements

Hasil tanamannya ini selain dikomsumsi sediri juga dijual ke pasar. Bahkan banyak juga warga yang langsung membeli ke kebun itu.

Bayam dan kangkung setiap bulan sekali panen. Dan setiap ikat bayam dan kangkung ia jual dengan harga Rp 600, sampai 700 ribu.

“Biasanya setiap panen saya mendapat 250 ikat kangkung dan 200 ikat bayam. Omset yang di dapat untuk bayam Rp 150 ribu sekali panen kangkung, dan Rp 120 ribu untuk bayam,”terang Fatmawati.

Kalau panen kacang panjang dan timun tegantung harga pasar dan harganya biasanya perkilo saya jual Rp 2.500 sampai Rp 5000. Untuk dapat memanen kacang panjang dan timun ia harus menunggu enam bulan sekali dengan maksimum panen mencapai tujuh kilogram,

Kepala UPT nya Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman, Ali Nurdin mengaku pihaknya tidak memungut biaya siapapun pemanfaatan lahan tersebut. Namun pihaknya hanya memberikan peraturan yang harus diikuti oleh warga.

“Total lahan yang dimanfaatkan saat ini ada 1.500 meter persegi. Di lahan ini kami selalu jaga kebersihan, tidak boleh menggunakan bahan kimia berbahaya, dan cara menanam harus baik dan benar, serta mereka sudah punya bibit dan pupuknya,” terang Ali Nurdin. (wandi/b)

Advertisements