JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pangan aman untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Selain itu, harga pangan juga dipastikan tidak akan menekan konsumen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi  dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang diselenggarakan di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (13/5/2019).

“Kami telah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain sehingga keberadaan pangan di pasar aman terkendali,” kata Agung.

Advertisements

Agung mengatakan, Ramadhan dan Lebaran adalah peristiwa rutin yang sudah diprediksi. Karena itu, untuk jada stok Kementan telah menyiapkannya empat hingga enam bulan sebelumnya.

Kementan juga bekerja sama dengan kementerian terkait. “Misal dengan Kementerian Perdagangan, (Perum) Bulog, kemudian PD Pasar Jaya, pemerintah daerah, untuk bersama-sama bagaimana pengamanan survei sebelum-saat Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri,” ucapnya.’

Selain itu, Kementan juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) demi kelancaran angkutan logistik saat bulan puasa.

“Perlu saya sampaikan, tahun ini tidak ada gejolak harga yang berlebihan. Sempet naik sedikit untuk komoditas cabai di bulan April, karena belum panen. Tapi Mei ini sudah panen. Di Tuban saya ketemu petani, harganya cuma Rp3 ribu. Kan kasihan petani, karena itu saya minta dibeli Rp8 ribu,” katanya.

Selanjutnya, terkait bawang putih Agung menyampaikan fakta bahwa 90 persen masih impor. “Karena itu, Kementan mewajibkan importir nanam,” katanya.

Hadir dalam kesempatan antara lain, Sekjen Departemen Perdagangan Karyanto Suprih, , dan Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar. (rizal/win)

Advertisements