< readability="543.40429579933">

< class="wp-block-image">

Apakah Pohon Anggur Bisa Tumbuh dan Berbuah di Daerah Saya

Advertisements

Biasanya, pertanyaan ini muncul ketika seseorang berminat menanam anggur, tetapi masih belum yakin apakah iklim di wilayahnya cocok atau tidak.

Dan bisa jadi, sekarang pun anda memiliki pertanyaan serupa.

Pertanyaan tersebut sangatlah bagus.

Karenanya, diperlukan jawaban yang bagus pula agar bobotnya berimbang.

Artikel ini akan menjawab secara lengkap dan mendalam pertanyaan di atas hingga ke akar-akarnya. Lebih dari itu, dilengkapi juga tips-tips menarik yang sangat layak anda pelajari.

Penasaran!?

Yuk, kita mulai . . .

Mengapa banyak orang yang ragu menanam anggur?

Satu-satunya alasan pohon anggur tidak se-populer tanaman buah lain seperti Durian, Kelengkeng, Mangga dan seterusnya adalah karena masih banyak orang yang ragu menanamnya.

Setidaknya ada 3 faktor utama yang menyebabkan keraguan mereka yaitu:

FAKTOR #1
Ada sebagian orang yang mengira tanaman anggur hanya bisa tumbuh dan berbuah di daerah dingin (dataran tinggi) saja, tidak cocok di dataran rendah yang panas.

FAKTOR #2
Sering kali mereka melihat pohon anggur milik tetangga atau kerabat yang umurnya sudah tahunan tetapi tidak kunjung berbuah, padahal pohonnya sangat subur dan rimbun.

Spontan, mereka pun menyimpulkan bahwa tanaman anggur tidak cocok ditanam di daerah mereka.

FAKTOR #3
Terakhir, banyak orang yang mendapatkan informasi atau melihat secara langsung pohon anggur milik orang lain yang berhasil berbuah. Sayangnya, ukuran buah kecil-kecil dan rasa buah sangat asem, sehingga tidak layak konsumsi.

Lagi-lagi, secara spontan mereka pun menyimpulkan bahwa pohon anggur tidak cocok dengan iklim & kondisi lingkungan di daerah mereka.

Itulah 3 faktor penyebab banyak orang tidak ingin menanam anggur. Bahkan bisa jadi, masih ada faktor-faktor lain di luar sana.

Namun setidaknya, ketiga faktor di atas sudah cukup untuk mewakili pembahasan kita.

FAKTA sebenarnya . . .

Pertanyaannya sekarang, apakah opini-opini tersebut benar?

Orang-orang di luar sana berpendapat bahwa pohon anggur hanya cocok di dataran tinggi yang suhu udaranya dingin.

Sedangkan sebagian lain menyebut tanaman anggur tidak akan bisa berbuah di daerah mereka. Atau meskipun bisa berbuah, tetapi hasil buahnya kecil-kecil dan asem.

Sayangnya, semua opini di atas kurang tepat. Berikut ini saya berikan penjelasan duduk permasalahnya.

Anda siap!?

FAKTA #1
Di Benua Eropa dan Amerika, perkebunan anggur komersial membentang luas di banyak tempat berbeda, mulai dari pesisir pantai yang panas, hingga puncak pegunungan yang berselimut salju (sumber: arizona.edu).

FAKTA #2
Di negara Timur Tengah seperti Palestina, tepatnya di Kota Gaza, terdapat perkebunan anggur komersial yang cukup luas (sumber: liputan6.com). Kota Gaza merupakan kawasan dataran rendah yang dekat dengan pantai.

FAKTA #3
Bahkan di Indonesia sendiri, beberapa dekade silam, perkebunan anggur komersial pernah berjaya di beberapa tempat seperti Jawa Timur, Bali dan NTT (sumber: balitjestro.litbang.pertanian.go.id).

Berdasarkan ketiga fakta di atas, secara langsung mematahkan opini masyarakat yang menyebut pohon anggur hanya cocok di daerah dingin.

Jadi, mulai hari ini, lupakan opini tersebut – karena sangat tidak benar!

Lalu bagaimana dengan kasus pohon anggur yang tidak kunjung berbuah meski sudah berumur tahunan?

Saya rasa cukup mudah menjawabnya:

“Kemungkinan besar, pohon anggur tersebut tidak pernah dipangkas pembuahan.”

Padahal…

Untuk iklim tropis seperti di Indonesia, tanaman anggur memerlukan pemangkasan agar dapat berbuah. Tanpa pemangkasan, jangan harap pohon akan berbuah dengan sendirinya.

Secara teknis, pemangkasan dilakukan pada cabang dan ranting tua. Setelah dipangkas, beberapa minggu kemudian akan muncul tunas-tunas baru yang sekaligus membawa bakal bunga.

Singkatnya, pohon anggur harus dipangkas setiap kali ingin dibuahkan.

Namun…

Tidak jarang ada kasus tunas-tunas tadi tumbuh tanpa membawa bunga satu pun. Bahkan, ada orang yang sampai melakukan pemangkasan berkali-kali, tetapi tidak juga berhasil berbunga. Apa masalahnya?

Penyebab paling umum pada kasus ini adalah karena penentuan waktu pangkas dan teknis pemangkasan yang tidak sesuai prosedur.

Pertama, pohon anggur hanya bisa dipangkas pembuahan paling cepat setiap 4 bulan sekali.

Jadi, misalnya bulan ini anda melakukan pangkas pembuahan dan ternyata hasilnya gagal. Kemudian bulan berikutnya anda coba pangkas pembuahan lagi.

Yakinlah, sampai puluhan kali anda melakukannya pun, pohon anggur anda tidak akan bisa berbuah.

Anda harus memberikan waktu 4 bulan bagi tanaman untuk membesarkan tunas-tunas baru pasca pemangkasan sebelumnya. Setelah tunas-tunas tersebut tumbuh besar dan berkayu, barulah anda bisa memangkasnya kembali untuk upaya pembuahan.

Kedua, teknik pemangkasan juga sangat berpengaruh.

Kesalahan dalam menentukan cabang atau ranting mana yang harus dipangkas akan menyebabkan tunas baru yang muncul setelahnya tidak mampu menghasilkan bakal bunga.

Bahkan, ada istilah “Cabang Mandul”, di mana pada cabang-cabang tertentu (dengan ciri-ciri khusus), sampai kapanpun tidak akan mampu menghasilkan buah.

Cabang yang terindikasi mandul tersebut harus dibuang, tidak boleh dipertahankan.

Sampai di sini, masalah pohon anggur tidak kunjung berbuah telah terjawab.

Oya satu lagi…

Faktor lain yang menyebabkan pohon anggur tidak berbuah adalah karena varietas yang ditanam merupakan golongan varietas anggur yang BELUM ADAPTIF di Indonesia.

Sekarang saya akan bahas;

Mengapa banyak kasus pohon anggur yang berbuah, tetapi hasil buahnya kecil-kecil dan masam?

Perlu anda ketahui, bahwa ada ratusan bahkan mungkin ribuan varietas anggur yang tersebar di seluruh dunia. Sementara karakter buah dari masing-masing varietas tersebut berbeda satu sama lain.

Ada yang rasa buahnya sangat masam, masam biasa, manis-masam, manis biasa, hingga sangat manis.

Soal ukuran buah, ada yang sangat kecil, kecil, sedang, besar, hingga jumbo. Berikut contohnya:

< class="wp-block-image">

Varietas anggur berbuah kecil dan masam
Buah anggur berukuran sangat kecil

< class="wp-block-image">

Ukuran buah anggur kecil
Buah anggur berukuran kecil

< class="wp-block-image">

Scarlet Royal Seedless
Buah anggur berukuran sedang

< class="wp-block-image">

Anggur Import Senator
Buah anggur berukuran besar

< class="wp-block-image">

Shine Muscat
Buah anggur berukuran jumbo

Soal warna lebih banyak lagi, ada yang merah terang, merah gelap, merah semburat, kuning, hijau, hijau kekuningan, hitam, ungu dan masih banyak lagi.

Belum berhenti sampai di situ…

Masih banyak karakter lain yang membedakan antar varietas satu dengan yang lain seperti;

  • bentuk buah
  • jumlah biji rata-rata
  • ketebalan kulit buah
  • tekstur daging buah
  • cita-rasa daging buah
  • kadar air buah
  • dan seterusnya . . .

Nah, untuk kasus rasa buah masam faktornya cuma satu yaitu memang karakter buahnya begitu. Jadi, mau pohonnya ditanam di manapun dengan perawatan seperti apapun, rasa buah akan tetap masam.

Sama halnya dengan jeruk lemon. Jangan harap anda bisa menghasilkan buah yang manis dari varietas jeruk satu ini. Mustahil! 😀

Oya…

Ada satu penyebab lagi mengapa buah anggur terasa masam yaitu karena buah dipetik sebelum waktunya (belum matang).

Saya beberapa kali menemui kasus tersebut dari pembaca yang menghubungi saya menanyakan soal pohon anggur mereka buahnya asem. Setelah ditelusuri, rupanya buah masih mentah udah dipanen. 😀

Dicatat ya:

Buah anggur itu baru bisa dipanen pada usia sekitar 3 bulan sejak muncul bakal bunga. Atau sekitar 4 bulan sejak pangkas pembuahan.

Sedangkan untuk kasus ukuran buah kecil-kecil, setidaknya ada 3 faktor penyebabnya:

  1. Memang karakter buahnya kecil-kecil
  2. atau… karena kekurangan unsur hara, sinar matahari dan air
  3. atau… karena usia tanaman masih terlalu muda saat berbuah atau belum memasuki usia produktif (> 3 tahun)

Sampai di sini apakah anda masih ragu menanam anggur? Menurut saya tidak perlu ragu, karena dapat disimpulkan bahwa;

“Tanaman anggur mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, asalkan teknis budidaya dan pemilihan varietas dilakukan dengan benar.

Kondisi lingkungan hidup yang diinginkan tanaman anggur

Supaya pengetahuan anda tentang seluk-beluk tanaman anggur semakin luas…

…saya akan jelaskan seperti apa lingkungan hidup yang paling ideal untuk mendukung tanaman anggur tumbuh subur dan berbuah produktif.

a. Suhu udara & curah hujan

Selama fase berbunga dan berbuah hingga panen (berlangsung selama 3-4 bulan), pohon anggur membutuhkan kondisi lingkungan khusus yaitu:

  1. Suhu udara antara 10°C – 35°C (sumber: nhb.gov.in), atau sumber lain mengatakan 15°C – 40°C (sumber: sun-world.com).
  2. Curah hujan harus sangat rendah atau yang biasa kita sebut sebagai ‘musim kemarau’. Artinya, selama tanaman kondisi berbunga dan berbuah, tanaman tidak boleh terpapar hujan lebih dari 1 kali seminggu.

Untuk poin pertama, kita tidak memiliki masalah. Dalam artian, suhu udara di negara kita cukup mendukung, karena suhu udara rata-rata di Indonesia sepanjang tahun kisaran 26°C – 36°C (sumber: tirto.id).

Sedangkan terkait poin kedua…

Apabila pohon anggur terlalu sering terpapar air hujan, maka resikonya sebagian besar bunga akan rontok bahkan tak tersisa, dan buah akan mudah terserang penyakit yang menyebabkan pembusukan secara besar-besaran.

Oleh karenanya…

Pohon anggur hanya boleh dibuahkan ketika musim kemarau saja. Di samping itu, lamanya musim kemarau harus lebih dari 3 bulan, agar buah bisa matang sempurna dan dipanen sebelum masuk musim penghujan.

Kabar baiknya…

Saat ini telah banyak perkebunan anggur di luar negeri yang berhasil mengatasi masalah curah hujan. Dimana, tanaman bisa dibuahkan pada musim hujan tanpa khawatir resiko di atas.

Cara yang mereka lakukan adalah dengan memasang atap plastik UV sebagai pelindung dari paparan air hujan.

Karena bisa dibuahkan kapan saja…

…maka pohon anggur bisa dibuahkan hingga 3 kali dalam setahun. Frekuensi tersebut tentunya sangat menguntungkan para petani anggur.

b. Kelembaban & sirkulasi udara

Sepanjang hidup tanaman anggur, baik sedang kondisi berbuah maupun tidak, ia membutuhkan lingkungan tumbuh yang kering (kelembaban udara yang rendah) dan memerlukan sirkulasi udara yang cukup.

Oleh sebab itu…

Pohon anggur harus memiliki jarak yang cukup dengan tanaman lain atau bangunan di sekitarnya, supaya sinar matahari dapat mengenai sebagian besar area sekitar tanaman anggur.

Dengan begitu, kelembaban udara di sekeliling tanaman akan menjadi rendah atau kering.

Selain itu…

Dengan memberikan jarak yang cukup dari tanaman lain dan bangunan, maka hembusan angin dapat mengalir secara optimal melewati daun dan percabangan pohon anggur.

Sehingga, sirkulasi udara berjalan dengan baik.

Salah satu dampak paling buruk akibat lingkungan tumbuh yang terlalu lembab dan sirkulasi yang tidak lancar adalah tanaman sangat mudah terserang hama dan penyakit.

Belum selesai sampai di situ.

Hama dan penyakit tadi akan mudah berkembang lebih pesat, sehingga area daun dan percabangan anggur akan digunakan sebagai inang (sarang) oleh berbagai macam hama dan penyakit tanaman.

Pada akhirnya, pohon anggur anda akan mati hingga ke akar-akarnya.

c. Pencahayaan matahari

Sama seperti pohon buah lainnya, tanaman anggur memerlukan paparan sinar matahari langsung selama 7 – 8 jam perhari untuk bisa tumbuh dan berbuah secara produktif (sumber: cagardenweb.ucanr.edu).

Namun…

Jika anda menanam di pekarangan sempit yang tertutup oleh pohon atau bangunan di sekitarnya, maka minimal tanaman anggur harus terpapar sinar matahari langsung selama 5 jam perhari.

Dimana, rentang waktu terbaik adalah antara pukul 09.00 – 15.00 WIB, karena intensitas cahaya matahari di saat itu sedang tinggi-tingginya.

Jika kurang dari 5 jam…

…maka tanaman anda akan tumbuh lambat, kerdil dan sulit berbuah. Atau meskipun bisa berbuah, tetapi hasil buahnya sangat buruk.

Selain itu, cabang anggur yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari dalam waktu lama akan mengering dan mati. Cabang yang dimaksud adalah kelompok cabang sekunder dan tersier.

d. Tekstur tanah

Pada dasarnya, tanaman anggur menyukai jenis tanah berbatu dan berpasir (sumber: lovetoknow.com).

Namun kabar baiknya…

Tanaman ini ternyata mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah berbeda, asalkan tanah tersebut memiliki sifat gembur, remah, subur dan berporousitas tinggi (sumber: nda.agric.za).

Porousitas tanah adalah kemampuan tanah dalam menyerap air.

Porousitas sangat berkaitan erat dengan kepadatan tanah, semakin padat tekstur tanah, maka semakin rendah kemampuan tanah menyerap air (berporousitas rendah).

Tanah berporousitas rendah adalah musuh besar bagi tanaman anggur.

Namun jangan khawatir, apabila tanah di lahan kebun anda tergolong padat, tersedia solusi dari pakar pertanian.

Cara mengatasi tanah padat yaitu dengan melakukan pengolahan lubang tanam sebagaimana yang telah saya tulis di sini: Panduan Membuat Lubang Tanam.

e. Drainase air

Terakhir, drainase air harus sebaik mungkin. Tidak boleh ada air menggenang di sekitar perakaran pohon anggur.

Hal yang bisa anda lakukan untuk menghasilkan drainase yang baik antara lain:

  1. Tinggikan tanah di sekitar batang tanaman hingga membentuk gulutan/menggunung.
  2. Buat parit kecil di samping tanaman yang mengarah ke parit besar, sehingga air hujan mudah mengalir menjauhi area tanaman.

Sedangkan bagi anda yang menanam pohon anggur di dalam pot, maka drainase dapat dibuat dengan cara:

  1. Memberikan lubang yang cukup pada dasar pot sebagai saluran pembuangan air berlebih.
  2. Menambahkan lapisan pasir / kerikil / pecahan bata / semisalnya pada dasar pot setebal 10-15 cm, agar lubang-lubang di dasar pot tidak mudah tersumbat oleh media tanam di atasnya.

Memilih varietas anggur yang tepat sangat menentukan keberhasilan anda

Di Indonesia, tidak kurang dari 100 varietas anggur yang telah dijual-belikan di pasar bibit tanaman buah, khususnya di media jual-beli online.

Sayangnya…

Tidak semua varietas bagus dan layak anda koleksi.

Ada sebagian varietas yang hingga saat ini belum mampu tumbuh adaptif di Indonesia, sehingga pertumbuhannya sangat lambat dan sulit berbuah. Atau meskipun berhasil berbuah, tetapi hasilnya sangat buruk.

Oleh sebab itu…

Anda harus teliti sebelum membeli!

Sebagai pertimbangan:

  • Jika anda hanya ingin menanam beberapa pohon saja, maka pilihlah varietas yang benar-benar sudah adaptif di Indonesia.
  • Sedangkan apabila anda ingin mengoleksi banyak varietas anggur (ingin jadi Kolektor), maka silahkan memilih varietas apapun yang anda suka.

Mungkin ada yang bertanya:

“Lho, di awal tadi bilangnya pohon anggur bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia. Kok, sekarang bilangnya ada varietas yang tidak adaptif di Indonesia?”

Tenang… tenang… jangan panik! 😀

Perlu anda bedakan antara ‘tanaman anggur’ dengan ‘varietas anggur’.

Secara umum, memang tanaman anggur bisa hidup dan berbuah produktif di Indonesia. Namun secara khusus, tanaman anggur itu kan terbagi menjadi ratusan varietas. Nah, tidak semua varietas tersebut mampu beradaptasi dengan iklim di Indonesia.

Ini sama halnya kita membicarakan tanaman jeruk. Secara umum, tanaman jeruk dapat tumbuh baik di Indonesia. Tetapi tidak semua varietas jeruk cocok di Indonesia.

Ada banyak sekali varietas yang sampai saat ini belum mampu adaptif di negara kita. Contohnya adalah varietas jeruk import yang buahnya banyak dijual di supermarket.

Tantangan utama yang harus anda lakukan dalam memelihara tanaman anggur

Sampai di sini mungkin anda semakin tertarik menanam anggur.

Namun sebelum niat anda bulat…

…anda juga perlu mengetahui apa saja tantangan besar dalam memelihara tanaman buah satu ini. Supaya kedepan nanti anda semakin siap untuk berkebun anggur di rumah.

Berikut tantangan besar anda:

a. Membuat media rambat

Karena anggur adalah jenis tanaman merambat…

…maka anda harus menyediakan media rambat untuknya. Material yang bisa digunakan antara lain bambu, kayu, besi, baja ringan atau lainnya.

Namun karena pohon anggur mampu tumbuh produktif selama 50 – 100 tahun (sumber: oregonstate.edu), maka sangat disarankan menggunakan material yang kuat dan tahan lama.

Dalam ilmu pertanian anggur modern…

Untuk meningkatkan hasil panen buah anggur, menekan serangan hama & penyakit, serta memudahkan dalam pemeliharaan dan proses panen…

…maka media rambat pohon anggur perlu dibuat dengan bentuk dan ukuran tertentu.

Hingga saat ini, ada puluhan model rambatan anggur yang digunakan perkebunan anggur komersial di seluruh dunia.

Namun ada 2 model yang menurut saya cukup mudah diterapkan, terutama untuk budidaya skala hobi yaitu:

  1. Model pergola/atap
  2. Model trellis/pagar

Saya telah menulis beberapa panduan dalam masalah ini pada artikel berikut:

Sedangkan untuk panduan model trellis pada pohon anggur yang ditanam di lahan / tanah langsung, saat ini sedang dalam proses penulisan. 😀

< class="wp-block-image">

Model rambatan anggur pergola / atap
Contoh model rambatan pergola

< class="wp-block-image">

Pohon Anggur di Atap Rumah
Contoh model rambatan pergola

< class="wp-block-image">

Model rambatan anggur trellis / pagar
Contoh model rambatan trellis

< class="wp-block-image">

Rambatan anggur model trellis
Contoh model rambatan trellis

b. Pemupukan

Untuk menunjang pertumbuhan pohon anggur dan mendorong produktifitas hasil panen, maka pemupukan harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Selain itu…

Pemilihan jenis pupuk, penentuan dosis dan waktu pemakaian pupuk juga harus tepat dan terukur.

Jika tidak, dapat berdampak negatif terhadap tumbuh-kembang tanaman anggur secara jangka panjang.

c. Pengendalian hama & penyakit

Tidak ada satupun varietas anggur yang benar-benar tahan penyakit (sumber: ohioline.osu.edu).

Oleh karenanya…

Anda perlu melakukan pencegahan dengan cara memberikan PESTISIDA ORGANIK secara rutin dan berkesinambungan, setiap 1 – 2 kali sebulan.

< class="wp-block-image">

Bio-Pestisida G7 merek Green World
Contoh produk Pestisida Organik

Karena jika pohon anggur sudah terlanjur diserang dan serangannya cukup parah…

…maka tidak ada cara lain selain mengatasinya menggunakan PESTISIDA KIMIA dengan frekuensi yang lebih sering, yaitu setiap 5 hari sekali sampai tanaman bersih dari hama & penyakit.

Mengatasi dengan pestisida kimia tentunya cukup merepotkan, memakan waktu dan sangat tidak ramah lingkungan, bukan!?

Apalagi jika lokasi pohonnya dekat dengan rumah tinggal. Penggunaan pupuk kimia dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah dan sekitarnya.

Jadi…

Sebelum tanaman anda diserang, segera lakukan pencegahan dengan pestisida organik sebanyak 1 – 2 kali sebulan. Pestisida organik tentunya lebih sehat dan ramah lingkungan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. 😀

d. Pemangkasan

Cabang dan ranting pohon anggur harus rajin dipangkas, agar bentuk dan ukurannya sesuai model rambatan yang digunakan.

Selain itu…

Pemangkasan juga perlu dilakukan setiap kali pohon anggur akan dibuahkan. Karena tanpa pemangkasan, kemungkinan pohon anggur dapat berbuah sangat kecil.

Namun perlu dicatat.

Teknik pemangkasan tidak boleh sembarangan, baik pemangkasan bentuk maupun pangkas pembuahan.

Karena jika anda salah dalam melakukan pemangkasan bentuk, maka hasilnya justru akan berantakan. Sedangkan jika anda salah dalam teknik pangkas pembuahan, yang ada pohon anggur anda akan gagal berbuah.

Berikut saya lampirkan perbandingan antara pohon anggur yang tajuk/percabangannya dibentuk dan tidak dibentuk:

< class="wp-block-image">

Contoh pohon anggur yang tidak dilakukan pemangkasan bentuk

< class="wp-block-image">

Contoh Sistem Tajuk Anggur
Contoh pohon anggur yang telah dilakukan pemangkasan bentuk

Berkonsultasi dengan pihak berpengalaman adalah jalan pintas keberhasilan anda

Apabila anda masih sangat awam, saya sarankan anda menghubungi penghobi atau pihak tertentu yang sudah berpengalaman dalam berkebun anggur.

Dari mereka, anda bisa mendapatkan banyak pengetahuan penting yang sebagian besar informasinya belum tersedia di media internet maupun cetak.

Dengan begitu…

Anda bisa lebih cepat mahir dalam memelihara tanaman anggur dan terhindar dari jalan buntu.

Kesimpulan

Secara umum, tanaman anggur dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia. Namun secara khusus, ada sebagian varietas anggur yang hingga saat ini belum adaptif ditanam di negara kita.

Oleh karena itu, memilih varietas yang adaptif adalah kunci awal keberhasilan anda berkebun anggur. Sementara kunci keberhasilan berikutnya adalah teknik budidaya yang tepat sesuai petunjuk para pakar.

Setelah ini, apa yang akan anda lakukan?

Apakah anda sudah siap menanam anggur di rumah?

Advertisements