Advertisements

Hama Tanaman adalah jenis hewan yang mengganggu tanaman, sekaligus bisa menyebabkan kerusakan. Jenis hama yang menyerang tanaman cukup banyak. Karena itu, perlu penanganan yang tepat untuk bisa mengatasi hama-hama tersebut. Cara penanganan yang kurang tepat, seperti penggunaan pestisida yang berlebihan dan diagnosis hama yang salah, bisa menyebabkan rendahnya produksi buah. Hama yang menyerang tanaman di bedakan menjadi dua jenis, yakani yang bersifat menetap dan tidak menetap.

Hama yang bersifat menetap adalah hama yang menyerang dan berkembang biak pada tanaman yang diserang. Sementara itu, Hama yang tidak menetap adalah hama yang menyerang sekali waktu dan meninggalkan tanaman yang diserang, seperti unggas dan siput.

Advertisements
Hama dan Penyakit Tanaman

Seperti pada tanaman-tanaman semusim lainya, keberadaan hama pada tanaman juga bisa mendatangkan kerugian pada petaninya. Masalah tersebut sebenarnya bisa di cegah dengan mengetahui jenis-jenis hama yang sering menyerang tanaman. Selain itu, cara mengatasinya juga perlu diketahui, terutama Jenis Pestisida yang cocok untuk diaplikasikan.

HAMA TANAMAN

Hama Ulat Grayak

Hama Ulat Grayak – Ulat Grayak (spodoptera litura F.)memiliki daur hisup mulai dari telur hingga dewasa selama 30-61 hari. Telur memiliki warna putih mutiara gengan bentuk bulat dan berdiameter sekitar 0,5 mm. Jumlah telor yang mampu dihasilkan ulat grayak betina 2000-3000 butir. Ulat dewasa memiliki warna sedikit gelap dengan garis agak putih pada sayap depanya. Selengkapnya.

Hama Ulat Buah

Hama Ulat Buah – Ulat Buah (helicoverpa armigera hubn) memiliki daur hidup mirip ulat tanah, yakni telur-ulat-pupa-ngengat. Daur hidup ulat ini berkisar antara 52-58 hari. Ngengat dapat bertelur hingga 1.000 butir. Warna ualt bervariasi, mulai dari hijau, hijau kekuningan, hijau kecoklatan, dan coklat kehitaman. Tampilan ulat dari samping memiliki garis bergelombang yang memanjang. Selengkapnya.

Hama Ulat Tanah

Hama Ulat Tanah – Ulat Tanah atau agrotis ipsilon hufn. Merupakan hama yang senang menyerang seyuran muda, termasuk tomat. Inand utama ualt tanah adalh kubis, tomat, kentang, jagung, tembakau, dan kacang-kacangan. Ulat ini menyerang ketika berbentuk ngengat. Ngengat ulat tanah berwarna coklat tua dengan beberapa titik-titik putih bergaris dan di bagian depanya berwarna abu-abu atau pucat. Selengkapnya.

Hama Lalat Buah

Hama Lalat Buah – Lalat Buah (Dacus dorsalia hend, atau bactrocera app.) memiliki sayap transparan dengan panjang 5-7 mm, sementara panjang tubuh 6-8 mm. Bagian perut berwarna cokelat muda dengan garis melintang berwarna cokelat tua. Bagian dada berwarna cokelat tua dengan bercak kuning atau putih. Tetapi ketika dewasa berwarna kekuning-kuningan, Panjang belatung 1 cm. Selengkapnya.

Hama Lalat Putih

Hama Lalat Putih – Lalat Putih (bamisia tabaci genn). Juga dikenal dengan kutu kebul.lalat dewasa mempunyai dua pasang sayap berwarna putih kekuning-kuningan dengan panjang 1 mm. Sayap tertutup lapisan tepung lilin berwrna putih. Memiliki mata berwarna merah. Lalat betina berukuran lebih besar dari lalat jantan. Hidup berkelompok dalam jumlah yang banyak. Jika betina bertelur, telurnya akan,. Selengkapnya.

Hama Lalat Penggerak Daun

Hama Lalat Penggerak Daun – Lalat Penggerak Daun atauliriomyza sp. Memiliki inang tanaman kentang, seledri, wortel, terung, mentimun, cabai, semangka dan kacang-kacangan. Sesuai tahap perkembangan tubuhnya, telur lalat penggerak daun berbentuk oval dengan ukuran 0,1-0,2 mm. Telur yang mampu dihasilkan seekor lalat betina dewasa yang berbentuk lalat mencapai 600 butir. Selengkapnya.

Hama Tungau Merah

Hama Tungau Merah – Tungau Merah (tetranychus cinnabarinus Boisd) berkaki 8 dengan panjang tubuh 0,3-0,5 mm. Tungau jantan berwarna kemerah-merahan dengan beberapa bercak kecil hitam. Namun, ada juga yang berwarna hijau kekuning-kuningan dengan beberapa bercak hitam, Tungau jantan lebih kecil dari pada tungau betina, Kaki dan mulut Tungau Merah berwarna putih transparan. Selengkapnya.

Hama Tungau Bercak Dua

Hama Tungau Bercak Dua – Tungau Bercak Dua (tetranychus urticae koch) berbentuk oval, berkaki 8, panjang tubuh 0,3-0,4 mm. Selain itu, kedua sisi samping berwarna kuningpucat dengan bercak hitam, sehingga disebut dengan tungau bercak dua. Mulut berfungsi untuk menusuk dan menghisan cairan tanaman. Tungau betina bertelur di balik daun dan meletakan satu persatu telur. Selengkapnya.

Hama Nematoda Bisul Akar

Hama Nematoda Bisul Akar – Nematoda Bisul Akar atau bengkak akar (meloidogyne incognita korf.&Wh) berbentuk seperti cacing kecil dengan panjang 200-1.000 Ìm. Mulutnya memiliki stylet yang berbentuk seperti jarum runcing dan digunakan untuk menghisap zat makanan atau sel tanaman. Tubuh nematoda betina lebih besar daripada yang jantan. Selengkapnya.

Hama Siput

Hama Siput – Siput yang biasa menyerang tanaman ada dua jenis, yakni Achatina Fulica Bowd dan Parmarion Pupillaris Humb. Aghatina Fulica Bowd memiliki cangkang, sehingga akrab disebut dengan bekicot. Sementara itu, sebagian Parmarion Pupillaris Humb memiliki cangkang yang berukuran kecil dan sebagian lainya tidak memiliki cangkang sama sekali, sehingga dari luar tampak setengah telanjang. Selengkapnya.

Hama Aphis Hijau

Hama Aphis Hijau – Aphis Hijau (myzus persicae sulz) merupakan vektor virus yang banyak menyerang tanaman, seperti tomat, tembakau, cabai, kentang, terung, kol, sawi, semangka, ubi jalar, buncis, kapri, dan jagung. Sebagian kutu ini memiliki sayap, tetapi sebagian lain tidak memilikinya. Panjang tubuh kutu yang bersayao mencapai 2-2,5 mm, kepala dan badanya berwarna coklat sampai hitam,. Selengkapnya.

Hama Thrips

Hama Thrips – Thrips (thips tabaci lind) memiliki panjang 1-1,2 mm dan berwarna hitam engan garis merah atau bercak merah. Pada fase nimfa, thrips berwarna putih atau putih kekuningan, tidak bersayap, dan kadang-kadang berbercak merah. Thrips dewasa memiliki sayap dan berambut berumbai-rumbai. Hama ini berkembang biak secara parthenogenesis (tanpa melalui perkawinan). Selengkapnya.

PRNYAKIT TANAMAN

Penyakit Tanaman bisa disebabkan oleh Jamur, Bakteri, Virus, dan terjadinya kekurangan atau kelebihan unsur hara. Penyakit tidak hanya menyerang tanaman yang masih di persemaian, tetapi juga tanaman dewasa, bahkan satu tanaman bisa menderita dua atau lebih penyakit sekaligus.

Biasanya, komplikasi penyakit dalam satu tanaman bisa diatasi dengan menggunakan pestisida yang memiliki spektrum yang lebih luas atau yang bisa mengendalikan dua atau lebih penyakit, misalnya pestisida untuk phytopora dan xyropthonia. Bisa juga menggunakan dua fungisida yang spesifik, yakni fungisida sistemik dan kontak, yang digabungkan untuk mengendalikan dua penyakit sekaligus secara bersamaan.

Karena itu, untuk mengatasi penyakit yang menyerang tanaman diperlukan kamempuan untuk mendeteksi penyakit secara tepat, sehingga penggunaan pestisida yang benar dengan dosis yang tidak berlebihan bisa ditekan seminimal mungkin berdasarkan penyebabnya.

Penyakit pada tanaman dibedakan sebagai berikut.

PENYAKIT JAMUR

Rebah kecambah
Layu fusarium
Layu jamur
Bercak cokelat
Bercak septoria
Bulukan
Busuk daun
Busuk mata kijang
Antraknos

PENYAKIT BAKTERI

Layu bakteri
Bakterial Speck
Kerak bakteri

PENYAKIT VIRUS

1. Mosaik

2. Kerdil

3. Bercak kering dan mati urat

4. kuning dan daun menggulung

PENYAKIT FISIOLOGIS

Luka terbakar matahari
Busuk ujung buah
Retak
Ketidakseimbangan unsur hara

Sekian dari kami tentang Hama dan Penyakit Pada Tanaman. Semoga Bermanfaat.

Solusi Meningkatkan Hasil Panen
alphamien-pupuk-169x300Alphamien – Nutrisi Organik Cair, Membuat Tanaman Lebih Sehat dan Energik

Hasil Panen Meningkat, Ramah Lingkungan aman untuk manusia dan ternak
isi 1 Liter

Minimum Order 2 Botol

Untuk Harga Silahkan SMS Kami ke 087899161334 / 081278351356

Tanda Nomor Industri : 530/87/421.107/tdi/2008

Kandungan : Mix Konsorsium Bakteri, Enzim Organik, Mineral Organik ( N, P, K, Ca, Cl, Fe, Mg, Mn, Zn), Asam Amino dan Extrak Jerami

Manfaat :

Sayuran, buah dan tanaman hias/bunga menjadi lebih bercahaya dan sehat
meningkatkan mutu dan bobot hasil panen
menghilangkan residu pestisida yang menempel didaun bunga dan buah
meningkatkan kelezatan rasa sayuran dan buah
melindungi tanaman dari hama dan penyakit
meningkatkan kesegaran hasil panen dua kali lipat
memperbaiki dan memperkaya bahan organik tanah

Karakteristik

Menghilangkan residu pestisida dari jenis Organochiorin : Aldrin, Endrin, Dieldrin, Heptachlor, Klorpiripos, Lindan, BHC, DDE, DDT dan Endosulfan yang menempel pada daun, bunga dan buah.

Aplikasi tanaman : penyiraman dan penyemprotan untuk tanaman buah, sayuran dan tanaman hias, Padi, Jagung, dan tanaman lainnya

cara pemakaian

pada tanaman buah

– encerkan Alphamien dengan perbandingan 1 tutup botol pupuk alphamien dengan 5 liter air, aduk hingga rata, semprotkan dengan menggunakan spinkler, 1 kali seminggu pada umur tanaman 2 bulan masa pemeliharaan hingga menjelang panen.

pada tanaman sayur

– encerkan Alphamien dengan perbandingan 1 tutup botol pupuk alphamien dengan 5 liter air, aduk hingga rata, semprotkan dengan menggunakan spinkler, 1 kali seminggu selama masa pemeliharaan hingga menjelang panen.

pada tanaman hias

– encerkan Alphamien dengan perbandingan 1 tutup botol pupuk alphamien dengan 5 liter air, aduk hingga rata, semprotkan dengan menggunakan spinkler, 1 kali seminggu selama masa pemeliharaan hingga menjelang panen.

UNTUK HARGA / KETERSEDIAAN BARANG SILAHKAN SMS KE 081278351356 / 087899161334 – BPK ROYAN – NO CALL

Cara Pemesanan : SMS ke 081278351356 / 087899161334, tuliskan : Pesan Pupuk Alphamien, Jumlah yang dipesan, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap (untuk menentukan ongkos kirim)

Contoh SMS :
Pesan Pupuk Alphamien, 2 botol , Tono, Jl. Kalibaru Timur Rt 004/01 Pasar Nangka Kel. Utan Panjang Kec. Kemayoran, Jakarta 10620

Dan Kami akan membalas sms Anda untuk Data transfer dan konfirmasi Pengiriman Pupuk Alphamien ke Anda.

Untuk waktu malam hari, Anda tetap bisa sms order Anda dan pada pagi hari kami akan membalas sms Anda.






Advertisements