< readability="253.49890977053">

< class="minimalblog-standard-post__thumbnail post-header mb-5 single-post-header">

Pembuahan Tabulampot Anggur

Advertisements

Artikel ini adalah kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya di sini: Cara Merawat Tabulampot Anggur Agar Tumbuh Sehat & Cepat Berbuah

Anggur merupakan tanaman buah yang berasal dari Benua Amerika dan Eropa yang memiliki 4 musim dalam setahun; musim gugur, dingin, semi dan panas.

Tidak seperti Indonesia yang hanya mengalami 2 musim, yaitu musim hujan dan kemarau.

Perbedaan iklim tersebut menyebabkan pohon anggur umumnya tidak dapat berbuah secara alami di negara kita. Sehingga, diperlukan campur tangan manusia untuk membantu tanaman ini berbuah.

Syarat tabulampot anggur sudah siap dibuahkan adalah harus berumur minimal 6 bulan sejak penanaman ke pot, dengan asumsi pohon tumbuh sehat dan subur sejak awal tanam.

Alternatif lain yang bisa dijadikan syarat tabulampot anggur boleh dibuahkan yaitu apabila diameter batang tersier minimal sudah sebesar pensil.

Cara Membuahkan Tabulampot Anggur

Ada banyak versi yang diterapkan oleh penghobi anggur di Indonesia.

Namun prinsipnya adalah:

  • Memberikan pupuk berkandungan Phosphate dan Kalium tinggi serta dilakukan pengeringan tanah untuk mempercepat tanaman beralih dari fase vegetatif (pertumbuhan seluruh organ) menuju fase generatif (pertumbuhan bunga dan buah).
  • Kemudian dilakukan pemangkasan pada cabang-cabang pohon hingga dihabiskan 90% untuk menumbuhkan cabang-cabang baru yang diharapkan membawa calon bunga.

Jadi, apapun versi teknis pembuahan yang digunakan, pasti akan mengacu pada 2 hal di atas.

Dalam membuahkan pohon anggur, saya menerapkan prosedur 4-P, yaitu: Pemupukan > Pengeringan > Pengairan > Pemangkasan.

Berikut langkah-langkah 4-P versi Daunku.com:

1. Pemupukan

Langkah pertama ketika pohon anggur akan dibuahkan adalah memberikan pupuk kompos/kandang dan kapur dolomit dengan dosis dan cara aplikasi yang sama seperti sebelum-sebelumnya.

Dosis pupuk kandang/kompos 1-3 gayung, menyesuaikan ukuran pot.

Dosis kapur dolomit 0,5-1 sendok makan (pot diameter 30-40cm), 1-2 sendok (pot 40-50cm), 2-3 sendok (pot 50-60cm), dan 3-5 sendok (pot 60-80cm).

Namun jika selama 2 bulan terakhir anda telah memberikan kedua pupuk tersebut, maka dosis harus dikurangi 50% dari dosis normal.

Bersamaan dengan itu, berikan juga pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis masing-masing 1/2 sendok teh per 1 liter air, lalu kocorkan ke area perakaran sebanyak 0,5-1 liter/pohon (menyesuaikan ukuran pot).

Ulangi aplikasi pupuk MKP dan KNO3 Putih setiap seminggu sekali sebanyak 3-4 kali aplikasi.

Di samping itu, jangan lupa aplikasi pupuk organik cair (POC) untuk menyuplai unsur hara mikro. Cara aplikasi dan dosis POC silahkan mengikuti petunjuk di kemasan produk.

2. Pengeringan

Setelah sampai pada aplikasi pupuk MKP dan KNO3 Putih yang terakhir, mulai keesokan harinya stop penyiraman selama 3-5 hari kedepan, sampai daun-daun tampak setengah layu.

Selama periode pengeringan tersebut, media tanam tidak boleh mendapatkan air sedikitpun. Anda bisa gunakan plastik atau terpal sebagai penutup pot untuk antisipasi apabila turun hujan.

3. Pengairan

Setelah masa pengeringan selesai, lakukan penyiraman sebasah-basahnya sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 5 hari kedepan. Tujuannya untuk mengembalikan kadar air dalam organ tanaman.

Di hari yang sama setelah dilakukan penyiraman pertama kali, kocorkan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama seperti sebelumnya.

4. Pemangkasan

Setelah masa pengairan selesai, lakukan pemangkasan pada seluruh cabang dengan menyisakan 2-9 mata tunas pada masing-masing cabang (menyesuaikan model rambatan dan varietas anggur yang ditanam).

Sejak hari ini dan seterusnya, frekuensi penyiraman kembali normal, cukup 1 kali sehari.

Oya, ciri-ciri masa pengairan telah selesai adalah dengan memotong salah satu pucuk cabang. Apabila beberapa menit kemudian bekas potongan meneteskan air, maka pohon sudah siap dipangkas.

Namun jika tidak, artinya masa pengairan belum selesai.

Catatan:
Selama perlakuan 4-P di atas, pohon anggur tidak boleh diberikan pupuk dan pestisida apapun kecuali yang saya sebutkan.

< class="wp-block-columns">
< class="wp-block-column">
< class="wp-block-image">

Pupuk MKP
(Gambar: Pupuk MKP)


< class="wp-block-column">
< class="wp-block-image">

Pupuk KNO3 Putih
(Gambar: Pupuk KNO3 Putih)



Beberapa minggu pasca pemangkasan akan tumbuh cabang-cabang baru yang sekaligus membawa calon bunga.

Setiap cabang biasanya mampu membawa sebanyak 1-4 tandan bunga, tergantung usia pohon. Semakin berumur, pohon akan semakin produktif.

< class="wp-block-image">

Calon bunga anggur
Gambar: Contoh cabang yang membawa calon bunga.

Cara Merawat Tabulampot Anggur Yang Sedang Berbuah

Supaya buah tidak mudah rontok, ukuran berry besar dan berkadar gula tinggi, anda perlu melakukan beberapa teknis perawatan sebagai berikut:

1. Penyiraman

Sejak pohon dipangkas pembuahan hingga seterusnya, lakukan penyiraman rutin setiap 1 kali sehari. Penyiraman berlebih sangat dihindari karena bisa memicu kerontokan pada bunga dan buah.

Pastikan pohon tidak mengalami kekeringan walau hanya sehari saja. Karena jika terjadi, buah akan mengeriput dan kempis/menyusut.

Meskipun setelah pohon disiram kembali buah akan balik normal lagi seperti semula, tapi semenjak kasus kekeringan tersebut, buah akan berhenti berkembang atau kerdil dan menghambat pematangan buah.

Saya dulu ada pengalaman telat menyiram tabulampot anggur yang sedang berbuah. Hasilnya, buah tidak bisa matang meskipun sudah melewati batas waktu panen.

Saya gagal panen 100% saat itu. 🙁

2. Pemupukan

Setelah ukuran berry sudah sebesar biji jagung, lakukan pengocoran pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama seperti sebelumnya. Ulangi setiap seminggu sekali.

Jangan lupa rutin aplikasi pupuk organik cair (POC) mengikuti petunjuk aturan pakai di kemasan produk agar kualitas buah bisa optimal.

3. Pencegahan Hama & Penyakit

Sama seperti pemupukan, penyemprotan insektisida organik dan fungisida Dithane dimulai setelah berry anggur sudah sebesar biji jagung dan diulangi rutin setiap 1-2 minggu sekali sampai menjelang panen.

Jenis insektisida organik yang digunakan dan alasan saya memilih fungisida merek Dithane sudah saya bahas pada artikel sebelumnya: Cara Merawat Tabulampot Anggur

4. Penjarangan Berry

Lakukan penjarangan buah dengan cara membuang buah ukurannya terlalu kecil atau yang berdesakan. Persentase berry yang harus dibuang minimal 30% per tandan.

< class="wp-block-image">

Penjarangan Berry Anggur
Gambar: Contoh berry anggur yang telah dilakukan penjarangan.

Dampak buruk yang terjadi apabila tidak dilakukan penjarangan sejak dini adalah seiring membesarnya ukuran buah, sebagian mereka akan retak dan pecah akibat saling berdesak-desakan dalam satu tandan.

Selain itu, berry yang terlalu rapat akan memudahkan jamur dan kutu hinggap dan berkembang di area sela-sela berry akibat minimnya sirkulasi udara di lokasi tersebut.

Alhasil, sebagian atau bahkan seluruh buah akan rusak dan membusuk.

5. Pembatasan Daun

Batasi seluruh cabang baru, baik yang membawa buah maupun tidak maksimal 15 daun per cabang. Jika ada yang melebihi itu, lakukan pemangkasan pada pucuk cabang yang dimaksud supaya pertumbuhannya berhenti.

Hal itu perlu dilakukan supaya nutrisi tanaman bisa terfokus ke pembesaran buah.

Untuk cabang yang membawa buah, 15 daun dihitung mulai dari tandan buah paling atas. Sedangkan pada cabang yang tidak membawa buah, 15 daun dihitung dari pangkal cabang.

Tunas-tunas air yang muncul di percabangan dibiarkan tumbuh, namun dibatasi panjangnya maksimal 1 jengkal atau bisa juga dibatasi 2 daun per tunas air.

Panen

Buah anggur dapat dipanen pada usia antara 90-105 hari sejak pangkas pembuahan, tergantung varietas yang anda tanam.

Langkah penting yang perlu anda lakukan sebelum panen adalah menghentikan pemberian pupuk apapun pada 2 minggu terakhir menjelang panen dan menghentikan penyiraman selama 1-3 hari terakhir sebelum buah dipetik.

Perlakuan Pasca Panen

Beberapa hari setelah panen, pohon diberikan pupuk kandang/kompos dan kapur dolomit dengan dosis sama seperti sebelumnya.

Di samping itu, berikan juga pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 1-2 sendok makan (menyesuaikan ukuran pot).

Pohon anggur bisa segera dibuahkan kembali 2 minggu kemudian pasca aplikasi pupuk di atas. Lakukan prosedur 4-P seperti sebelumnya untuk memacu tabulampot anggur berbuah.

Apa Selanjutnya?

Akhirnya anda telah menyelesaikan materi tentang tabulampot anggur dari persiapan pra-tanam hingga panen.

Langkah selanjutnya adalah praktek.

Semua tulisan ini hanyalah teori. Anda belum benar-benar memahaminya sampai anda praktek langsung di lapangan.

Setelah praktek, anda akan tahu bahwa ada banyak hal yang berbeda antara teori dengan kasus di lapangan, sehingga menuntut anda untuk kreatif dalam memecahkan masalah-masalah yang ada.

Apalagi dengan artikel yang saya tulis ini, tentu banyak sekali kekurangan di sana-sini.

Gabung ke dalam Grup Facebook saya: Komunitas Berkebun Daunku.com

Di sana anda bisa bebas bertanya apa saja seputar berkebun tanaman buah, termasuk anggur.

Oya, saya juga memiliki PROGRAM PREMIUM untuk anda yang ingin mendapatkan pendampingan langsung dari saya dalam menanam & merawat tabulampot anggur hingga panen.

Informasi lengkapnya di bawah ini:


GRAPEVINE CLUB
(Program mentoring online tabulampot anggur selama 1 tahun)

Dengan mengikuti program tersebut, anda akan mendapat bimbingan langsung dari saya cara menanam dan merawat tabulampot anggur dari NOL, sejak awal tanam hingga berbuah lebat.

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut >>


Advertisements