< readability="282.92922546591">

< class="minimalblog-standard-post__thumbnail post-header mb-5 single-post-header">

Perawatan Tabulampot Anggur

Advertisements

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas cara menanam anggur dalam pot mulai dari persiapan pra-tanam hingga perlakuan pasca-tanam.

Jika anda belum membacanya, silahkan kunjungi artikel tersebut di sini: Panduan Menanam Tabulampot Anggur Untuk Pemula

Sekarang mari kita lanjutkan ke langkah berikutnya yaitu teknis merawat tabulampot anggur agar tumbuh subur, sehat dan cepat berbuah.

Saya akan share bagaimana memacu pertumbuhan pohon anggur agar bisa berbuah dalam waktu 6 bulan setelah tanam.

Penasaran!? 😀

Yuk, kita mulai!

Teknis Penyiraman Pohon Anggur Yang Benar

Salah satu faktor kematian pohon anggur yang paling sering menimpa penghobi pemula adalah akibat penyiraman berlebih.

Anggur merupakan tipe tanaman yang sangat menyukai air, namun dalam jumlah terbatas.

Pohon buah berbatang keras seperti mangga, jambu, rambutan dan semisalnya sangat toleran terhadap suplai air dalam jumlah besar, selagi air tidak sampai menggenangi batang dan perakaran.

Sebaliknya, pohon anggur sangat lemah menghadapi suplai air berlebih, khususnya pohon yang masih berumur kurang dari setahun.

Hal itu disebabkan karena perakaran tanaman anggur muda umumnya didominasi oleh akar-akar lunak berwarna putih (dinding akar belum memiliki lapisan kayu) yang mudah busuk.

Berbeda dengan perakaran pohon buah mangga, jambu, rambutan dan semisalnya yang dinding akar mudanya sudah dibekali lapisan kayu, sehingga lebih tahan terhadap kelembaban tanah berlebih.

Oleh karena itu, saya selalu menyarankan untuk menerapkan kaedah: “Tunda penyiraman apabila media tanam masih terasa lembab!”

Artinya, sebelum anda berniat menyiram pohon anggur, cek dulu apakah media tanamnya masih lembab atau sudah kering.

Cara mengeceknya bisa dengan mengorek media tanam sedalam jari telunjuk anda menggunakan kayu, sekop kecil atau semisalnya. Apabila bagian dalam tanahnya masih terasa dingin dan lembab, maka tanaman tidak perlu disiram.

Beberapa hari kemudian setelah media tanam terasa kering, barulah disiram air hingga basah sempurna.

Sebagai gambaran, untuk pohon anggur usia kurang dari 2 bulan pasca tanam ke pot dan menggunakan pot ukuran diameter 50cm, biasanya hanya perlu disiram 3-4 hari sekali apabila cuacanya cerah.

Namun jika sering mendung atau ada hujan, maka frekuensi penyiraman harus lebih jarang bahkan tidak perlu disiram sama sekali apabila pohon sudah diguyur hujan deras.

Seiring bertambah besarnya pohon, frekuensi penyiraman harus ditingkatkan lebih sering secara bertahap.

Pada saat pohon sudah dewasa atau menjelang berbuah pertama kali, tabulampot anggur perlu disiram setiap sehari sekali.

Bagaimana jika saya menanam tabulampot anggur di musim hujan?

Pada musim hujan, pohon anggur muda sangat rentan mati akibat kelembaban tanah berlebih dari guyuran air hujan.

Jika anda terpaksa harus menanam di musim hujan karena tidak sabar menunggu musim kemarau tiba, maka solusinya adalah memberikan atap transparan sebagai pelindung.

Seperti ini contohnya:

< class="wp-block-image">

Naungan atap plastik
Gambar: Contoh naungan atap plastik pelindung hujan milik Bpk. Amhar Saputra.

Anda bisa menggunakan bahan atap apapun seperti plastik UV, atap Polycarbonat, atap Polyvinyl Carbonat (PVC), atau lainnya asalkan warnanya jernih/transparan.

Teknis Pemupukan Tabulampot Anggur

Ada banyak sekali versi pemupukan yang diterapkan penghobi anggur. Mulai dari yang sangat sederhana, hingga yang paling kompleks.

Sebagai pemula, saya sarankan anda memulai dari versi yang sesederhana mungkin.

Kita kembali ke tujuan dasar pemupukan adalah:

Menyediakan unsur hara makro & mikro kepada tanaman supaya tanaman tidak kelaparan dan menyediakan unsur-unsur organik kepada tanah agar tanah tetap subur dan gembur.

Apapun jenis pupuk yang digunakan, tetap tujuan akhirnya mengarah ke salah satu atau kedua hal tersebut.

Jadi, jangan memusingkan diri dalam memilih jenis pupuk. Karena semua pupuk kandungan unsur haranya itu-itu saja. Hanya beda di komposisi & jumlah kandungan unsur haranya.

Sama halnya kita manusia memerlukan unsur gizi karbohidrat, lemak, protein dan beragam vitamin.

Unsur-unsur tersebut bisa kita dapatkan dari berbagai jenis makanan seperti daging, ayam, telur, aneka jenis sayur, buah-buahan, ikan, susu, dan seterusnya.

Anda tinggal pilih mau ngambil unsur-unsur gizi tadi dari sumber makanan manapun sesuai selera.

Bedanya, ada sumber makanan yang kandungan karbohidratnya tinggi seperti beras, jagung, ubi-ubian, dst. Ada yang karbohidratnya rendah seperti sayur dan buah-buahan.

Begitu juga dengan unsur gizi lainnya (lemak, protein dan vitamin). Tiap sumber makanan memiliki komposisi dan jumlah kandungan unsur gizi yang berbeda.

Untuk pemula, berikut ini daftar pupuk yang saya rekomendasikan.

Menyediakan unsur hara makro primer & sekunder: NPK 16-16-16 merek apa saja seperti Pak Tani, Mutiara, YaraMila, atau lainnya (makro primer) dan Kapur Dolomit merek apa saja (makro sekunder).

Menyediakan unsur hara mikro: Pupuk Organik Cair (POC) merek apa saja seperti Biotogrow Gold, DIGROW, POC NASA, atau lainnya. Saya pribadi menggunakan Biotogrow Gold.

Menyediakan unsur organik tanah: Kompos atau pupuk kandang yang telah difermentasi sempurna.

Pupuk NPK 16-16-16 diberikan pertama kali saat pohon anggur sudah tinggi minimal 1 meter, diulangi setiap 2 minggu sekali.

Dosisnya dimulai dari 0,5 sendok teh, kemudian ditingkatkan bertahap menyesuaikan ukuran pohon hingga maksimal 2 sendok makan dalam sekali pemupukan. Dosis maksimal tersebut hanya untuk pohon anggur dewasa yang hampir siap berbuah.

Pupuk organik cair (POC) diberikan pertama kali usia 2 minggu setelah tanam dengan frekuensi & dosis aplikasi mengikuti petunjuk di kemasan produk.

Pupuk kandang/kompos dan kapur dolomit diberikan 4 bulan setelah tanam secara bersamaan, karena sebelumnya sudah diberikan saat pembuatan media tanam. Kemudian diulangi setiap 4 bulan sekali, atau diberikan beberapa minggu sebelum pohon dibuahkan dan diberikan kembali beberapa hari setelah panen.

Dosis pupuk kandang/kompos 1-3 gayung, menyesuaikan ukuran pot.

Dosis kapur dolomit 0,5-1 sendok makan (pot diameter 30-40cm), 1-2 sendok (pot 40-50cm), 2-3 sendok (pot 50-60cm), dan 3-5 sendok (pot 60-80cm).

Mencegah Serangan Hama & Penyakit

Kendala utama yang menyebabkan banyak penghobi anggur pemula gagal adalah masalah hama dan penyakit.

Anggur tergolong tanaman yang sangat rentan terserang hama-penyakit di sepanjang hidupnya. Serangan akan datang silih-berganti tanpa henti.

Lebih-lebih pada musim hujan, serangan bisa meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan musim kemarau.

Satu-satunya solusi menghadapi kendala tersebut adalah dengan secara disiplin melakukan pencegahan serangan hama & penyakit di sepanjang hidup tanaman.

Dalam hal ini, anda perlu menggunakan insektisida organik seperti merek Magicgro G7, Phefoc, Pestona, dan semisalnya untuk mencegah serangan hama/serangga. Atau anda juga bisa menggunakan insektisida hayati seperti merek Metarizep.

Sedangkan untuk mencegah serangan penyakit/jamur bisa gunakan fungisida kontak merek Dithane.

< class="wp-block-columns">
< class="wp-block-column">
< class="wp-block-image">

Pestisida Organik MAGICgro G7
(Gambar: Insektisida organik MAGICgro G7)


< class="wp-block-column">
< class="wp-block-image">

Fungisida Dithane M-45
(Gambar: Fungisida Dithane)



Hindari menggunakan fungisida sistemik seperti merek Amistartop, Flasher dan semisalnya pada tahap pencegahan. Karena fungisida golongan tersebut sangat rentan menimbulkan resistensi/kekebalan pada penyakit/jamur sasaran jika diaplikasikan lebih dari 3 kali aplikasi berturut-turut.

Fungisida sistemik hanya digunakan saat pohon sudah terlanjur diserang jamur dan sulit diatasi oleh fungisida kontak.

Cara aplikasi dan dosis penggunaan insektisida organik/hayati silahkan mengikuti petunjuk di kemasan produk.

Sedangkan untuk fungisida Dithane, dosisnya 2 gram/liter air disemprotkan merata ke seluruh daun sisi atas-bawah dan batang. Ulangi aplikasi setiap seminggu sekali pada musim hujan dan 2 minggu sekali saat kemarau.

Apa Selanjutnya?

Setelah tabulampot anggur anda tumbuh dewasa atau berumur setidaknya 6 bulan (dengan asumsi pertumbuhannya sehat & subur sejak awal tanam), maka pohon siap dibuahkan untuk pertama kalinya.

Nah, pohon anggur tidak serta-merta berbuah dengan sendirinya.

Mereka membutuhkan bantuan campur tangan manusia agar bisa berbuah produktif.

Sebab, anggur merupakan tanaman yang berasal dari wilayah dengan 4 musim (semi, panas, gugur dan dingin). Pergantian musim yang terjadi di sana menyebabkan pohon anggur berbuah secara alami.

Sedangkan di Indonesia hanya memiliki 2 musim (panas dan hujan), sehingga tidak mendukung pohon anggur berbuah secara alami. Jadi, kita perlu menyiasati perbedaan iklim tersebut dengan memberikan perlakuan-perlakuan khusus yang dapat membantu tanaman anggur berbuah.

Apa syarat tabulampot anggur sudah boleh dibuahkan dan bagaimana cara membuahkannya? Silahkan anda pelajari di sini: Cara Membuahkan Tabulampot Anggur Dengan Cepat & Mudah


GRAPEVINE CLUB
(Program mentoring online tabulampot anggur selama 1 tahun)

Dengan mengikuti program tersebut, anda akan mendapat bimbingan langsung dari saya cara menanam dan merawat tabulampot anggur dari NOL, sejak awal tanam hingga berbuah lebat.

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut >>


Advertisements