< readability="99.934732824427">

< class="minimalblog-standard-post__thumbnail post-header mb-5 single-post-header">

Penyebab buah anggur keriput

Advertisements

Bagaimana perasaan anda, ketika pohon anggur anda berbuah lebat, namun tiba-tiba banyak berry yang mengkerut/keriput seperti foto di atas?

Itu adalah foto milik Bpk. Kalvin Tan yang menanyakan masalah tersebut di grup facebook saya: Komunitas Berkebun Daunku.com (klik jika anda ingin ikut bergabung).

Merujuk publikasi UC Agriculture & Natural Resources tanggal 15 Juli 2010 dari University of California yang berjudul “Distinctive symptoms differentiate four common types of berry shrivel disorder in grape, menjelaskan bahwa ada 4 faktor penyebab berry anggur mengalami gejala keriput.

Keempat faktornya adalah:

  1. Akibat terbakar terik matahari
  2. Pohon dehidrasi atau kekurangan air
  3. Tangkai berry mengalami nekrosis (mengering/mati)
  4. Gangguan akumulasi gula

Saya tidak akan menjelaskan detail masing-masing faktor.

Silahkan anda pelajari sendiri melalui link sumber yang sudah saya sertakan di atas.

Lalu, bagaimana dengan kasus buah anggur Pak Kalvin Tan?

Berdasarkan gejala yang saya lihat dari foto, berry mengalami keriput akibat pohon kekurangan air atau dehidrasi.

Sehingga, solusinya adalah memperbaiki manajemen penyiraman.

Perlu dicatat bahwa pohon anggur yang sedang berbuah memerlukan penyiraman setiap hari sekali dengan volume penyiraman yang terukur dan stabil.

Misal 1 ember air setiap hari.

Jangan fluktuatif!

Misalnya, kemarin 1 ember; hari ini 2 ember; besok 1 ember lagi; dan seterusnya.

Hal itu bisa menyebabkan pohon tidak stabil dalam menyuplai air ke buah yang beresiko menimbulkan masalah, seperti berry mengalami crack (retak/pecah) atau lainnya.

Sebagai catatan tambahan, berry anggur yang sudah terlanjur keriput akibat kekurangan air, biasanya perkembangannya akan stag (berhenti) sejak saat itu.

Sekalipun pohon sudah mendapat penyiraman yang cukup setelahnya dan kondisi berry kembali normal. Namun berry tidak akan bisa membesar lagi.

Dan pengalaman saya, berry tidak bisa matang, meskipun sudah melewati batas umur panen.

Itu berdasarkan pengalaman saya beberapa tahun lalu.

Ketika itu, ada beberapa tabulampot anggur saya yang mengalami kasus sama dan akhirnya gagal panen.

Tapi itu hanya pengalaman saya pribadi, lho, ya…

Jadi, saya tidak bisa mengatakan hal itu pasti akan terjadi juga pada buah anggur Pak Kalvin Tan.

Mungkin saja hasil akhirnya berbeda.

Kita tunggu saja jawabannya di akhir umur panen, sekitar 3 bulan sejak pangkas pembuahan.

Sementara itu saja yang bisa saya share, semoga bermanfaat.

Terimakasih dan salam berkebun… 😀

Advertisements